Nilai Tukar dan Pergerakan Rupiah Hari ini

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang pengumuman inflasi AS hari ini.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Glery Lazuardi
Pixabay
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang pengumuman inflasi AS hari ini. 

TRIBUNBANTEN.COM - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang pengumuman inflasi AS hari ini.

Merujuk Refinitiv, rupiah ada di posisi Rp 15.355/US$1 di awal perdagangan, Rabu (13/9/2023).

Mata uang Garuda melemah 0,13 persen.

Pelemahan ini memperpanjang tren negatif rupiah yang tidak pernah menguat sepanjang September ini.

Pergerakan rupiah hari ini akan dibayangi oleh data inflasi AS yang akan dirilis pada hari ini atau Rabu malam waktu Indonesia.

Melansir platform penghimpun data, trading economic inflasi umum AS diperkirakan akan melonjak ke 3,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari bulan sebelumnya sebesar 3,2 persen yoy.

Sementara dari inflasi inti diperkirakan akan melandai ke 4,3 persen yoy dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,7 persen yoy.

Bila inflasi AS lebih buruk dari ekspektasi pasar, harapan pasar melihat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) melunak akan musnah.

Ekspektasi masih hawkishnya The Fed akan memicu capital outflow sehingga rupiah bisa tertekan.

Ekspektasi tersebut setidaknya sudah terlihat dari pergerakan indeks dolar AS.

Indeks dolar menguat tajam ke 104,71 pada perdagangan kemarin, tertinggi dalam tiga hari terakhir.

Penguatan indeks menunjukkan betapa perkasanya mata uang Greenback terhadap mata uang lain.

Perangkat CME Fedwatch menunjukkan 93 persen investor yakin The Fed akan menahan suku bunga acuan di 5,25-5,5 persen dalam pertemuan September.

Sebanyak 7 persen memperkirakan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 bps.

Namun, yang menjadi pertanyaan besar pasar adalah kebijakan apa yang akan diambil The Fed setelah September serta kapan The Fed memberi sinyal pelonggaran.

Jika sinyal pelonggaran makin jauh maka rupiah bisa semakin tertekan.

Sebagai catatan, The Fed akan menggelar rapat pada 19-20 September mendatang untuk menentukan suku bunga.

Disclaimer: Artikel ini diunggah Rabu (13/9/20230) dan mengalami perubahan dari sebelumnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved