Pasar Ekspor Briket Terbuka, Tapi Bahan Baku Batok Kelapa di Banten Minim
Badri Burlian (40) mengekspor 36 ton briket tempurung atau batok kelapa ke Arab Saudi dengan nilai Rp 552 juta.
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Badri Burlian (40) mengekspor 36 ton briket tempurung atau batok kelapa, ke Arab Saudi dengan nilai Rp552 juta.
Ekspor briket tersebut secara seremoni dilepas Pj Gubernur Banten, Al Muktabar dan Kepala Disperindag Banten, Babar Suharso di lingkungan KP3B, Kota Serang, pada Rabu (25/10/2023).
Meski berhasil melakukan ekpor perdana, namun Badri mengaku kesulitan mendapat bahan baku batok kelapa di Provinsi Banten.
Baca juga: Pencari Kerja dari Serang, Pandeglang, Lebak hingga Tangerang Serbu Banten Job Fair 2023 di KP3B
Kata Badri, batok kelapa untuk pabrik miliknya yang terletak di Kelurahan Cigoong, Kecamatan Walantaka, Kota Serang tersebut mencapai ratusan ton.
"Satu bulan produksi briket itu rata-rata 150 ton. Nah bahan baku batoknya 85 persen dibeli dari Sumatera, sisanya dari Banten," kata Badri kepada TribunBanten.com
Badri mengungkapkan, faktor yang membuat bahan baku sulit di Banten karena minimnya pengusaha kopera kelapa.
Selain itu, lanjut Badri, Provinsi Banten juga mengalami krisis kelapa.
Sebab tak sedikit pohon kelapa yang ditebang lalu diganti pohon lain.
"Sekarang orang sudah males bertani kelapa. Soal krisis kalapa, kita kembalikan ke pemerintah dan kesadaran masyarakat," katanya.
Direktur PT Harapan Agri Sentosa ini mengaku sejak 2018 bergelut dalam dunia arang batok.
Kata dia, pasar ekspor terbuka hanya saja bahan baku minim.
"Awalnya tidak pernah ekspor, dijual ke lokal aja dan rumah makan. Tahun ini selain ke Arab mau ekspor juga ke Uzbekistan," pungkasnya.
Sementara, Kepala Disperindag Banten, Babar Suharso mengatakan, selama tahun 2021 dan 2022 sudah ada industri kecil menengah (IKM) yang dilatih untuk melakukan ekspor.
"Selain briket ada talas beneng dan coklat yang ekspor. Ada 30 IKM dengan nilai Rp 10 miliar yang melakukan ekspor tahun ini," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ekspor-briket-banten.jpg)