Melalui Program TJSL, Terminal LPG Tanjung Sekong Berkontribusi untuk Negeri

Tak hanya berkontribusi memenuhi kebutuhan energi nasional, Terminal LPG Tanjung Sekong berperan dalam pemenuhan gas kepada warga lokal.

Tayang:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
ahmad tajudin
Terminal LPG Tanjung Sekong bermanfaat bagi warga sekitar dan untuk negeri. Terminal LPG Tanjung Sekong berkontribusi memenuhi kebutuhan energi nasional dan berperan dalam pemenuhan gas kepada warga lokal. Upaya Terminal LPG Tanjung Sekong itu dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON -Terminal LPG Tanjung Sekong bermanfaat bagi warga sekitar dan untuk negeri.

Terminal LPG Tanjung Sekong berkontribusi memenuhi kebutuhan energi nasional dan berperan dalam pemenuhan gas kepada warga lokal.

Upaya Terminal LPG Tanjung Sekong itu dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Baca juga: Ini 3 Rute Bus Trans Banten: Hubungkan Cilegon-Cikande, Depan Untirta Sindangsari, dan Banten Lama

Superintendent Receiving Storage and Distribution (RSD) pada Terminal LPG Tanjung Sekong, Iskandar Zulkarnaen menuturkan bahwa perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon itu memproduksi tiga produk.

"Pertama propana (C3H8,-red), butana (C4H10,-red) dan elpiji mix yaitu gabungan dari protana dan butana," ujar saat ditemui di kantornya, Rabu (25/10/2023).

Iskandar menyebut bahwa ketiganya memiliki produk yang berbeda-beda.

Produk dari LPG mix atau elpiji mix yaitu untuk menyuplai kebutuhan rumah tangga hasip dari perpaduan propana dan butana.

Sementara produk dari propana, itu bisa menghasilkan musicool yang kegunaannya sebagai pendingin AC.

Sedangkan produk dari butana bisa menghasilkan hap yang bisa digunakan untuk korek api dan bisa juga pendorong untuk tabung tekanan parfum atau cat.

Iskandar menyebut, bahan-bahan yang diperoleh di Terminal LPG Tanjung Sekong diperoleh dari impor.

"Bahan-bahan propana dan butana ini kita dapatkan dari impor dan kita tampung di sini, kita terima atau receiving, lalu storage atau penimbunan dan kita distribusikan," ungkapnya.

Iskandar menyebut Terminal LPG Tanjung Sekong sebagai penyuplai kebutuhan propana dan butana di beberapa lokasi terminal lain.

Selama sebulan, Terminal LPG Tanjung Sekong mampu menghasilkan sekitar 45-50 ribu meter ton.

Kemudian hasil produksinya didistribusikan ke beberapa wilayah di Indonesia.

Untuk jalur laut, menyuplai di daerah Tanjung Priok, Padang, Palembang, Semarang, Cilacap hingga Makassar.

Sementara jalur darat menggunakan mobil tangki untuk menyupai kebutuhan di SPBU mulai dari wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Untuk kebutuhan nasional menurut data Patraniaga itu kita bisa memenuhi 40 persen dari kebutuhan nasional," ungkapnya.

Baca juga: Dukuk Perkara Polemik Pembuangan Sampah Kabupaten Serang ke TPSA Bagendung Cilegon

Selain mampu memenuhi sebanyak 40 persen kebutuhan nasional, produk yang dihasilkan dari Terminal LPG Tanjung Sekong dinilai bersih dari emisi.

Mulai dari sulfur yang dihasilkan rendah, hingga emisi yang dihasilkan masih berada di bawah ambang batas.

Bahkan secara operasional Terminal LPG Tanjung Sekong menggunakan sistem energi ramah lingkungan.

Kemudian sumber listrik di Terminal LPG Tanjung Sekong selain dari PLN juga menggunakan tenaga surya.

"Selain pemasangan tenaga surya, area kantor ini sudah menggunakan solar tenaga surya 87,5 kmp dan lampu penerangan jalan juga menggunakan tenaga surya," terangnya.

Sementara itu, Senior Supervisor HSE Pertamina Energy Terminal LPG Tanjung Sekong, Fajar Amaeban menambahkan bahwa sebagai kontribusinya untuk negeri, Terminal LPG Tanjung Sekong juga telah melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Mulai dari sisi community development, dari sisi kebencanaan ataupun dari sisi keanekaragaman hayati.

Pada tahun 2023, Terminal LPG Tanjung Sekong melakukan kegiatan keanekaragaman hayati yaitu menyangkut flora dan fauna.

"Kegiatan kami di tahun ini terkait konservasi di area taman nasional ujung kulon, dan kegiatan rino go to school yaitu untuk mensosialisasikan ke anak sekolah terkait konservasi dari badak tersebut," ungkapnya.

Pada kegiatan konservasi, kata Fajar, pihaknya telah melakukan pemulihan lahan di pesisir Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang.

Sebab di kawasan TNUK, lanjut Fajar, di sana bukan hanya fokus pada perlindungan terhadap Badak Bercula Satu.

Namun di sana juga ada fanua lainnya yang perlu dilindungi bersama.

Baca juga: Warga Histeris Lihat Kapolres Cilegon dan Dandim, Pintu Mobil Terbuka Saat dalam Kecepatan Tinggi

Sementara dari sisi community development yaitu pemeberdayaan masyarakat di wilayah Pulomerak, Kota Cilegon.

"Program kita yaitu pengelolaan bank sampah digital tujuannya lebih kepada warga RW 04 yang berkaitan dengan anak-anak TPA di RW 04," terangnya.

Dalam program itu, Terminal LPG Tanjung Sekong mencoba mendata para anak-anak yang belajar di tempat pendidikan alquran (TPA) yang ada di Pulomerak.

Kemudian meminta warga setempat untuk mengumpulkan sampah, untuk dikirim ke bank sampah.

Setelah sampah terkumpul, kemudian ditimbang dan dijual ke bank sampah yang ada di Serang.

Selanjutnya uang dari hasil penjualan sampah itu, digunakan untuk membayar insentif bagi pengajar di TPA.

"Yang dulunya anak-anak TPA itu tidak terorganisir, sekarang sudah terorganisir," ucapnya.

Selain itu program TJSL lainnya yaitu membuat program kampung iklim di RW 06 kelurahan Lebak Gede, Pulomerak.

Dengan menyasar emak-emak, pihak Terminal LPG Tanjung Sekong membentuk kelompok wanita tani (KWT) Wahid Safa.

Para emak-emak dibina untuk melakukan aktivitas pertanian, baik itu melalui sistem pertanian hidroponik ataupun yang lainnya.

Bukan hanya itu saja, Terminal LPG Tanjung Sekong juga memberikan pelatihan yang tersertifikasi langsung oleh badan nasional sertifikasi profesi (BNSP).

"Yang belum bekerja kita data dan kita berikan pelatihan traning K3 dari BNSP, yang nantinya pemuda tadi mendapatkan sertifikat agar bisa digunakan untuk bekerja," jelasnya.

Kemudian sebagai bentuk kontribusi dalam hal mendukung program pemerintah.

Terminal LPG Tanjung Sekong juga ikut serta mengentaskan stunting di Indonesia.

Melalui program bapak asuh anak stunting, pihak Terminal LPG Tanjung Sekong membantu para anak-anak stunting yang ada di Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak.

"Kita sudah memberikan bantuan anak stunting untuk warga kelurahan Lebak Gede, kita bantu melalui program bapak asuh anak stunting dengan memberikan paket susu pediasure, makanan buat anak-anak, kacang ijo dan juga vitamin," tandasnya.

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved