Awal Puasa Ramadan 2024 Berapa Hari lagi? Ini Jadwal Puasa Ramadan dalam Kalender Hijriah Kemenang
Berdasarkan laman resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, tanggal 1 Ramadan akan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024
TRIBUNBANTEN.COM - Datangnya bulan suci Ramadan 1445 H/2024 M semakin dekat, hanya tinggal menghitung hari.
Lantas, awal puasa Ramadan 2024/1445 berapa hari lagi?
Berdasarkan laman resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, tanggal 1 Ramadan akan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024.
Di sisi lain, Muhammadiyah menetapkan awal puasa tahun 2024 pada tanggal 11 Maret 2024.
Sementara itu, untuk tanggal 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 akan jatuh pada Rabu, 10 April 2023.
Selengkapnya, link unduh kalender Hijriah Kemenag 2024 bisa diunduh dengan klik >> di sini <<
Baca juga: Kumpulan Sholawat Sambut Bulan Ramadan 2024/1445 H, Lengkap dengan Lirik Latin dan Terjemahannya
Baca juga: Rekomendasi Nama Bayi Laki-Laki yang Lahir di Bulan Suci Ramadan dengan Awalan Huruf A
Jika mengikuti kalender Hijriah Kemenag 2024, artinya puasa Ramadan 2024 tinggal 69 hari lagi.
Namun, hal ini bisa berubah tergantung hasil sidang isbat Kemenag.
Perbedaan ini disebabkan oleh metode perhitungan yang berbeda antara kedua pihak.
Pemerintah menggunakan metode hisab rukyah, sedangkan Muhammadiyah menggunakan metode hisab wujudul hilal.
Metode hisab wujudul hilal dan imkanur rukyah adalah dua pendekatan dalam menentukan awal bulan, termasuk awal puasa Ramadan, yang digunakan oleh umat Muslim.
Perbedaannya terletak pada penentuan kapan bulan baru dimulai.
Metode wujudul hilal menganggap bahwa jika hilal (awal bulan) sudah ada, meskipun tidak nampak atau terlihat, maka tetap berpuasa keesokan harinya.
Sementara itu, metode imkanur rukyah menetapkan bahwa awal bulan baru dimulai ketika hilal benar-benar terlihat di langit.
Apa Itu Puasa Ramadan?
Puasa Ramadan adalah kewajiban ibadah bagi umat Islam yang dilaksanakan selama satu bulan penuh sebelum Idul Fitri.
Ibadah puasa Ramadan dilaksanakan dengan cara menahan lapar, haus, dan menghindari hal-hal lain yang membatalkannya.
Puasa Ramadan umumnya berlangsung 29 atau 30 hari, tergantung pada penentuan awal bulan berdasarkan penampakan sabit.
Hukum puasa Ramadan termasuk dalam rukun Islam dan wajib dilaksanakan bagi setiap Muslim dewasa, berakal, sehat, dan tidak dalam perjalanan.
Puasa Ramadan merupakan ibadah yang hukumnya wajib untuk seluruh umat Islam. Adapun bunyi dari dalil yang mewajibkannya adalah:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS: Al-Baqarah 183)"
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa puasa Ramadan adalah ibadah wajib yang perlu dilaksanakan umat Muslim. Umat Muslim dapat memulai ibadah ini pada tanggal 1 Ramadan.
Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Puasa Ramadan?
Sebelum puasa Ramadan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadan 2024, di antaranya:
- Melaksanakan ibadah sunah, seperti shalat sunah, membaca Al-Quran, dan berdoa.
- Mempersiapkan niat yang tulus dan ikhlas untuk menjalankan ibadah puasa.
- Melakukan berbagai amalan kebajikan, seperti bersedekah dan bermaafan dengan sesama.
- Melunasi utang puasa tahun sebelumnya, jika ada.
- Mempersiapkan fisik dan kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan berolahraga.
- Memperdalam ilmu agama dan meningkatkan keimanan.
- Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan di masa lalu dengan memohon ampunan kepada Allah SWT.
- Melakukan ziarah ke makam keluarga dan kerabat.
- Membuat perencanaan menu sahur dan buka puasa yang bernutrisi.
- Menjaga diri dari godaan dan perbuatan yang tidak baik.
Sidang isbat penentuan awal bulan Hijriah
Kementerian Agama biasanya menggelar sidang isbat untuk penentuan awal bulan Hijriah. Sidang isbat dilakukan secara tertutup dan diawali dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal yang disampaikan Tim Hisab Rukyat Kemenag.
Kemudian, Kemenag juga akan melakukan pemantauan hilal atau rukyatul hilal di berbagai provinsi.
Kementerian Agama akan menurunkan tim ke 123 titik lokasi di seluruh Indonesia. Mereka akan melaporkan, apakah pada hari itu hilal terlihat ataukah tidak.
Hasil hisab dan rukyatul hilal ini akan dibahas dalam sidang isbat untuk kemudian ditetapkan kapan jatuhnya awal bulan Hijriah.
Demikian penjelasan mengenai kapan puasa 2024 atau Ramadan 2024 berapa hari lagi.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Kapan Awal Puasa 2024? Ini Perkiraan Tanggalnya, Lengkap dengan Persiapan Sambut Bulan Ramadan 2024
| Muhammadiyah Tetapkan Iduladha 2026 pada 27 Mei, Ini Lokasi Salat Id di Serang hingga Cilegon |
|
|---|
| Jadwal Sholat Idul Adha 2026 Versi NU, Muhammadiyah dan Pemerintah |
|
|---|
| Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah |
|
|---|
| Bandara Soekarno-Hatta Layani 176.517 Penumpang dalam Sehari Pasca Lebaran |
|
|---|
| Puasa Syawal Harus Berturut-turut atau Bisa Terpisah? Simak Penjelasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-jadwal-sidang-isbat-ramadan-2021.jpg)