PROFIL dr Diani Kartini dan RS Medistra, Sebut Rumah Sakit Larang Dokter dan Perawat Berhijab

Rumah Sakit (RS) Medistra di Jakarta Selatan sedang menjadi pembicaraan di jagat media sosial.

|
Penulis: Glery Lazuardi | Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Gedung RS Medistra di Jakarta Selatan. (Hellosehat.com) 

TRIBUNBANTEN.COM - Rumah Sakit (RS) Medistra di Jakarta Selatan sedang menjadi pembicaraan di jagat media sosial.

Hal ini setelah pengelola RS Medistra diduga melarang penggunaan jilbab kepada dokter dan perawat.

Akun media sosial X @Lonelynx mengungkap protes seorang tenaga Kesehatan.

Unggahan itu menyertakan foto surat protes salah seorang dokter spesialis yang disinyalir bekerja di RS Medistra.

Profil RS Medistra

Rumah Sakit Medistra adalah rumah sakit swasta yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Sebagaimana rumah sakit pada umumnya, RS Medistra juga melayani berbagai bentuk perawatan seperti rawat inap, rawat jalan, poliklinik umum, poliklinik spesialis, dan pemeriksaan penunjang (radiologi, endoskopi, laboratorium, fisioterapi atau pemeriksaan kesehatan (medical check up).

Layanan utama

Layanan spesialis jantung

Layanan spesialis onkologi / cancer care

Layanan spesialis orthopedi

Layanan spesialis Gastroentero Hepatology

Layanan Tropical & Infectious diseases

Pelayanan rawat inap

Jumlah tempat tidur tersedia untuk pasien rawat inap terbagi sebagai berikut :

Executive Suite: 2

SVIP: 9

Mini SVIP: 4

VIP Plus : 3

VIP Standard : 54

Kelas I Plus: 1

Kelas I Primary: 8

Kelas I: 36

Kelas II: 3

Kelas III: 42

Kamar Isolasi: 21

ICU Isolasi : 6

Rawat Intensiv : 15

NICU Level 1 : 11

NICU Level 2 : 8

Tenaga medis

Dokter umum tetap: 20 orang

Dokter spesialis residen: 3 orang

Dokter spesialis: 151 orang

Staf medis dan penunjang medis: 547  orang

Baca juga: VIRAL Pengantin Wanita di Banten Diberi Maskawin 60 Rumah Kontrakan dan 2 Hektare Kebun

Viral

Beredar unggahan diserta caption, "Manajemen RS Medistra Rasis terhadap Nakes Muslim yang Berhijab, Dr Diani Mundur."

Surat tersebut tertanggal 29 Agustus 2024 yang ditujukan kepada Manajemen Rs Medistra.

Pada bagian bawah surat, tertulis nama Dr. dr. Diani Kartini, SpB, Subsp.Onk(K).

Berikut isi lengkap surat tersebut:

Selamat Siang Para Direksi yang terhormat. Saya Ingin menanyakan terkait persyaratan berpakaian di RS Medistra

Beberapa waktu lalu, asisten saya dan juga kemarin kerabat saya mendaftar sebagai dokter umum di RS Medistra.

Kebetulan keduanya menggunakan hijab. Ada pertanyaan terakhir di sesi wawancara, menanyakan terkait performance dan RS Medistra merupakan RS internasional, sehingga timbul pertanyaan Apakah bersedia membuka hijab jika diterima.

Saya sangat menyayangkan jika di zaman sekarang masih ada pertanyaan rasis. 

Dikatakan RS Medistra berstandar internasional tetapi mengapa masih rasis seperti itu?

Salah satu RS di Jakarta selatan, jauh lebih ramai dari RS Medistra, memperbolehkan semua pegawai baik perawat, dokter umum, spesialis, dan subspesialias menggunakan hijab.

Jika RS Medistra memang RS untuk golongan tertentu, sebaiknya jelas dituliskan saja kalau RS Medistra untuk golongan tertentu sehingga jelas siapa yang bekerja dan datang sebagai pasien. 

Sangat disayangkan sekali dalam wawancara timbul pertanyaan yang menurut pendapat saya ada rasis. 

Apakah ada standar ganda cara berpakaian untuk perawat, dokter umum, dokter spesialis, dan sub spesialis di RS Medistra

Terimakasih Atas perhatiannya.

Baca juga: Penjelasan Dasco usai Foto Duduk Bareng dengan Bahlil dan Airin di Meja Makan Viral

Klarifikasi Dokter Diani Kartini

Sementara itu, setelah surat tersebut beredar di media sosial Rs Medistra, dokter Diani Kartini membenarkan surat tersebut setelah dikonfirmasi Republika.

Menurut dokter Diani Kartini, surat tersebut dia buat untuk meminta penjelasan dari Rs Medistra terkait persoalan jilbab untuk perawat dan dokter.

Namun demikian, lanjutnya, dirinya tak mengetahui lagi kelanjutan surat tersebut.

Saat ini, dokter Diani Kartini juga diketahui telah mengundurkan diri dari Rs Medistra.

“Dan saya juga langsung keluar tidak bekerja di Medistra lagi setelah peristiwa itu, tepatnya kemarin, Sabtu 31 Agustus 2024,” ujar dia, seperti dikutip dari Republika.

Baca juga: Posting Duduk Bareng dengan Bahlil dan Airin di Meja Makan Viral, Begini Kata Dasco

Dokter Diani Kartini juga mengatakan, dari yang dirinya ketahui memang ada kebijakan larangan berhijab diberlakukan untuk perawat dan dokter umum, sementara untuk dokter spesialis dan subspesialias bebas mengenakan hijab

Diskriminasi ini yang dia tentang keras. “Ini saya yang tidak setuju, mengapa ada perbedaan?”, kata dia.

Ia sebenarnya sempat menanyakan kebijakan tersebut ke pihak manajemen yang mengesankan jawabannya boleh. 

Namun demikian, ternyata saat ada wawancara penerimaan dokter umum beberapa waktu lalu masih ada pertanyaan tentang membuka hijab

“Itu kan wawancara yang tidak bermutu,” kata dia.

Dokter Diani Kartini menyayangkan hal tersebut, karena menurutnya RS Medistra adalah rumah sakit umum yang tidak terkait dengan golongan tertentu.

Sementara itu, hingga berita ini dituliskan, pihak Rs Medistra hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi.

Baca juga: Posting Duduk Bareng dengan Bahlil dan Airin di Meja Makan Viral, Begini Kata Dasco

Dokter Diani Kartini Viral di Media Sosial

Sosok dokter Diani Kartini mendadak viral di media sosial setelah surat protesnya ke manajemen Rs Medistra tersebar luas.

Unggahan surat protes tersebut bahkan dibagikan berulang kali di berbagai platform media sosial hingga dikomentari ketua MUI Cholil Nafis.

Akun Instagram Diani Kartini @diani_kartini juga mendapat dukungan dari banyak warganet.

"Mantap Bu, saya ikut suarakan pelarangan hijab di Medistra! Allah bersama kita!!!!????," tulis akun @dickyraharta13.

"Semangat dok????????????," tulis akun @destyraharja13.

"Masih banyak RS yg toleran kok...tinggalkan yg ga sesuai keyakinan...," akun @Ridwan ikut mengomentari.

"Rumah Sakit yang masih phobia hijab  begini baiknya tak usah buka di Indonesia krn kita sdh merdeka dan dijamin kebebasan utk menjalankan ajaran agamanya masing2. Tlg pihak berwenang agar kasus di RS itu diusut ya agar tak menjadi preseden buruk," kata Ketua MUI Cholil Nafis.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunbengkulu.com dengan judul Heboh Rs Medistra Disebut Rasis Larang Jilbab, Surat Protes Dokter Diani Kartini Tersebar.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved