Menteri PKP Bakal Temui Sri Mulyani dan AHY Pekan Depan, Bahas Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah

Menteri PKP, Maruarar Sirait, berencana akan bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu) pada pekan depan.

Tayang:
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Ade Feri/TribunBanten.com
Menteri PKP, Maruarar Sirait, berencana akan bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu) pada pekan depan. 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, berencana akan bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu) pada pekan depan.

Menteri yang akrab disapa Ara tersebut, ingin membahas perihal kuota KPR subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), untuk di kerjakan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Pada rencana pertemuan tersebut, Ara juga meminta kepada Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, hingga BP Tapera untuk turut hadir.

Baca juga: Menteri PKP Minta Developer Jaga Integritas dan Kualitas Demi Program 3 Juta Rumah

"Hari Senin kita akan berbicara dengan Kementerian Keuangan, kita coba yakinkan Kementerian Keuangan bahwa BTN sudah siap tahun 2025, untuk membangun 600 ribu lebih unit rumah," ujarnya pada acara seremonial penyaluran KPR BTN di Perumahan Pondok Taktakan Indah, Kota Serang, Kamis (12/12/2024).

Untuk itu, dirinya meminta kepada Direktur Utama PT BTN (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, agar mempersiapkan dengan matang bahan pemaparannya.

"Kita coba yakinkan Kementerian Keuangan, tolong nanti ada presentasi, ada datanya Pak Nixon bahwa betul-betul ya. Kita yakinkan dengan siap," ucap Ara.

Selain bertemu dengan Menkeu Sri Mulyani, Ara juga berencana mengajak Bank BTN untuk bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Sesudah itu saya akan ajak BTN untuk ketemu dengan Pak Menko, Pak AHY. Kalau diperlukan kita juga akan yakinkan kepada Bapak Presiden, bahwa BTN tahun depan siap menyalurkan sekitar 600 ribu. Tolong dipersiapkan ya Pak (Dirut BTN)," tuturnya.

"Saya senang sekali dengan data ini, makanya kita harus sama-sama saling membantu," imbuhnya. 

Sebelumnya, Dirut BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan, sanggup menyalurkan 600 ribu kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2025.

Ia melihat, berdasarkan data internal BTN stok rumah mereka saat ini sekitar 631.978 unit. 

Rumah-rumah ini terdiri dari rumah sudah siap huni, proses finishing, hingga dalam proses pembangunan, tetapi belum disalurkan ke masyarakat.

"Terdapat yang sudah jadi, yang sudah dibangun, dan dalam proses pembangunan, finishing, kurang lebih 142.769 unit," papar Nixon. 

"Sedangkan masih ada yang pembiayaan konstruksinya yang kami biayai, jadi kurang lebih masih ada lagi 489.209 unit. Atau kita total untuk potensi tahun 2025, kurang lebih stoknya adalah 631.978 unit," jelasnya

Nixon berharap kuota FLPP tahun depan dapat ditambah, agar 631.978 unit rumah yang belum disalurkan tersebut dapat dipasarkan dengan skema pembiayaan tersebut.

"Jadi Pak Menteri, kalau tahun depan kita dikasih kuota 500.000-600.000, maka kita bisa lakukan dengan sangat cepat," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved