Nataru

Pedagang Kopi Keliling di Pelabuhan Merak Ngeluh Sepi Pembeli saat Libur Nataru

Sejumlah pedagang kopi keliling di Pelabuhan Merak mengaku sepi pembeli saat moment libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Tayang:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Ahmad Tajudin/TribunBanten.com
Sejumlah pedagang kopi keliling di Pelabuhan Merak mengaku sepi pembeli saat moment libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Sejumlah pedagang kopi keliling di Pelabuhan Merak mengaku sepi pembeli saat moment libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Pedagang kopi keliling, Linda Indrawati menyampaikan, pembeli kopi saat moment Nataru lebih sedikit dibandingkan dengan hari-hari biasa.

"Libur Nataru kali ini sepi, enggak kaya libur Lebaran rame," ujarnya kepada TribunBanten.com saat di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Kamis (26/12/2024).

Baca juga: Jumlah Penumpang Kapal dari Merak ke Bakauheni Naik 10 Persen Saat Hari Libur Natal 2024

Menurutnya, moment Nataru kali ini penumpang yang menyebrang tidak begitu banyak seperti mudik Lebaran.

Bahkan jika dibandingkan dengan hari-hari biasa, kata dia, jauh lebih banyak penghasilan yang didapat daripada moment Nataru.

"Kemarin rame cuma empat hari doang, tapi yang beli kopi lebih rame hari-hari biasa," katanya.

Dari modal untuk membeli kopi sekitar Rp 200-250 ribu per hari, biasanya Linda bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 300-500 ribu.

Namun saat libur Nataru kali ini, Linda mengaku hanya mendapatkan penghasilan lebih sedikit dari biasanya.

"Kalau sekarang (moment Nataru,-red) paling Rp 200 sampai Rp 300 ribu sehari, beda kalau Lebaran bisa dapet Rp 500 sampai Rp 700 ribu per hari," ungkapnya.

Linda mengaku sudah cukup lama berjualan kopi di area Pelabuhan Merak.

Saat ini, kata dia, tidak semua orang bisa berjualan bebas di area Pelabuhan.

"Yang boleh jualan di pelabuhan sekarang mah harus punya seragam, yang enggak punya seragam engga boleh jualan di pelabuhan," katanya.

Untuk bisa berjualan di area pelabuhan, para penjual kopi hari mengeluarkan biaya ke pihak ASDP.

Kata Linda, untuk bisa mendapatkan seragam beserta ID Card bisa merogoh kocek ratusan ribu rupiah.

"Kemarin saya bayar buat ID Card Rp 675 ribu ke ASDP sama beli seragamnya Rp 153 ribu, itu untuk setahun," jelasnya.

Apabila mau memperpanjang berjualan di area pelabuhan, setiap pedagang diminta untuk memperbaharui ID card dan seragam setiap tahunnya.

"Biasanya setiap awal tahun bayar lagi, infonya tahun depan lebih murah sekitar Rp 500 ribu," ungkapnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved