Pencarian 2 Pendaki Gunung Agung yang Hilang Diperpanjang, Tim SAR Perluas Area
Putu Diky Adi Warta (27) dan Ridho Ade Yudistira, dua pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Agung, Bali, hingga kini masih belum ditemukan.
TRIBUNBANTEN.COM - Putu Diky Adi Warta (27) dan Ridho Ade Yudistira, dua pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Agung, Bali, hingga kini masih belum ditemukan.
Kedua pendaki ini hilang setelah melakukan pendakian bersama beberapa rekannya pada Selasa (24/12/2024) dini hari.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga SAR Basarnas Bali, I Wayan Suwena, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih berupaya melakukan pencarian hingga ketinggian 2.600 Mdpl.
Namun, hingga Kamis (26/12/2024), kedua pendaki tersebut belum juga ditemukan, dan pencarian akan dilanjutkan pada Jumat (27/12/2024).
"Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Tim mengalami hambatan saat pencarian karena cuaca buruk. Hujan deras dan kabut tebal membuat jarak pandang sangat terbatas," ujar Suwena.
Pada pencarian hari ketiga, Basarnas menambah 10 orang personel untuk membantu proses pencarian.
Dengan cuaca yang buruk dan medan yang sulit, penambahan personel diharapkan dapat membantu tim saling bahu-membahu dan menjaga kondisi kesehatan selama operasi SAR.
Pencarian ini melibatkan personel SAR Basarnas Bali, Polri, TNI, serta pemandu lokal. Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu I Gede Sukadana, mengatakan bahwa awalnya ada lima pendaki yang mendaki Gunung Agung pada Selasa (24/12/2024), yakni Georgi Erfain (19), Rikza Kamiliudin (24), Made Eri (18), Putu Diky Adi Warta (27), dan Ridho Ade Yudistira (22).
Mereka memulai pendakian melalui jalur Pos Pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, tanpa didampingi pemandu lokal.
Baca juga: Ditangkap di Thailand, WN Ukraina DPO Kasus Laboratorium Narkoba di Bali Tiba di Bandara Soetta
Kelima pendaki tersebut berhasil mencapai puncak Gunung Agung pada Rabu (25/12/2024) pukul 12.00 Wita dan memutuskan untuk turun pada pukul 14.00 Wita. Saat mendekati Pos 4, hujan deras turun dan beberapa pendaki tidak membawa jas hujan. Akibatnya, mereka tercerai-berai dalam perjalanan turun.
Georgi turun terlebih dahulu, disusul Rikza dan Made Eri. Ketiga pendaki ini beristirahat di Pos 4, menunggu dua pendaki lainnya, Putu Diky Adi Warta dan Ridho Ade Yudistira.
Namun, pukul 16.00 Wita, kedua pendaki tersebut tidak kunjung tiba, sehingga Georgi, Rikza, dan Made Eri memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan tiba di Pos Pengubengan sekitar pukul 20.00 Wita.
Sekitar pukul 22.05 Wita, mereka mendapat kabar melalui WhatsApp bahwa Putu Diky Adi Warta dan Ridho Ade Yudistira tersesat. Tim SAR gabungan segera melaksanakan pencarian terhadap dua pendaki yang hilang tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengungkapkan bahwa laporan pertama diterima pada Rabu (25/12/2024) pukul 19.00 Wita. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa pendaki yang tersesat berada di atas ketinggian 2.000 Mdpl dan terpisah dari rekan-rekannya.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas Bali, Polri, TNI, dan pemandu lokal, terus berusaha mencari kedua pendaki tersebut meskipun menghadapi kendala cuaca buruk dan medan yang berat.
| Wisatawan yang Tenggelam di Curug Goong Pandeglang Ditemukan dalam Keadaan Tak Bernyawa |
|
|---|
| Wisatawan Asal Serang Tenggelam di Curug Goong Pandeglang, Tim SAR Banten Turun Tangan |
|
|---|
| Detik-detik Evakuasi Kapten Kapal Tanker Rusia di Laut Cilegon Banten saat Alami Sakit Serius |
|
|---|
| SAR Banten Resmi Hentikan Pencarian Korban Kapal KM Marina 7, Dua Korban Dinyatakan Hilang |
|
|---|
| Bocah 13 Tahun Tenggelam di Sungai Ciujung Lebak, Tim SAR Temukan Korban Tak Bernyawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ilustrasi-Gunung-Agung.jpg)