Siapa Direktur Teknik Timnas Indonesia? Ini Jawaban PSSI
PSSI hingga saat ini masih kesulitan mencari pengganti Direktur Teknik untuk membantu pengembangan sepak bola Indonesia.
Penulis: Glery Lazuardi | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN.COM - PSSI hingga saat ini masih kesulitan mencari pengganti Direktur Teknik untuk membantu pengembangan sepak bola Indonesia.
Arya Sinulingga, anggota Exco PSSI, mengungkapkan berbagai alasan yang menjadi tantangan dalam pencarian tersebut.
Pada masa kepemimpinan Erick Thohir, jabatan Direktur Teknik pertama kali dipegang oleh Indra Sjafri.
Baca juga: Terungkap! Ini Alasan Patrick Kluivert Terima Tawaran Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Namun, PSSI kemudian meminta Indra Sjafri untuk fokus menangani Timnas U-20 Indonesia.
Kemudian, PSSI menggantinya dengan Frank Wormuth, seorang Direktur Teknik asal Jerman, yang bertugas fokus membantu timnas U-17 Indonesia yang berlaga di Piala Dunia U-17 2023.
Setelah Piala Dunia U-17 berakhir, Wormuth memutuskan untuk kembali ke Jerman dan meninggalkan posisinya.
Setelah kepergian Frank Wormuth, PSSI mengalami kesulitan untuk menemukan penggantinya.
Beberapa upaya telah dilakukan, termasuk merencanakan mendatangkan Direktur Teknik dari Jerman atau Belanda.
Namun, hingga kini, nama pengganti yang sesuai belum diumumkan.
Arya Sinulingga menjelaskan bahwa tugas Direktur Teknik bukan hanya mengurus timnas Indonesia dari level junior hingga senior, tetapi juga membangun filosofi sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Oleh karena itu, tugas Direktur Teknik akan mencakup perjalanan keliling Indonesia untuk mencari dan menilai pemain berbakat di berbagai daerah.
“Direktur Teknik harus muter-muter ke seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Itu bukan perjalanan yang mudah. Indonesia sangat besar,” jelas Arya.
Baca juga: LINK Streaming Konferensi Pers Perkenalan Patrick Kluivert Jadi Pelatih Timnas Indonesia
PSSI masih berusaha mencari sosok yang tepat untuk posisi tersebut meskipun tantangan yang ada cukup berat.
Arya Sinulingga menekankan pentingnya peran Direktur Teknik untuk menyamakan persepsi dan membangun filosofi sepak bola yang sesuai di seluruh wilayah Indonesia.
Legenda sepak bola tim nasional Belanda, Patrick Kluivert resmi menangani tim nasional Indonesia.
PSSI memperkenalkan Patrick Kluivert melalui sesi jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta pada Minggu (12/1/2025).
Patrick Kluivert akan menjalani debut di laga Australia vs Indonesia pada 20 Maret 2025.
Indonesia berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Indonesia meraih enam poin dari enam laga.
Indonesia berada di zona aman untuk lolos ke Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Jumpa Pers PSSI
Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) akan mengumumkan Patrick Kluivert sebagai pelatih tim nasional Indonesia.
Rencananya, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akan mengumumkan Patrick Kluivert sebagai pelatih dan jajaran tim kepelatihan pada Minggu (12/1/2025) sore.
Acara jumpa konferensi pers PSSI akan digelar di Hotel Mulia, Jakarta.
Patrick Kluivert Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia
PSSI resmi menetapkan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru timnas Indonesia.
Baca juga: Siapa Staf Kepelatihan Timnas Indonesia 2025 Era Patrick Kluivert? Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Pelatih asal Belanda tersebut dikontrak dua tahun dari 2025 hingga 2027 dengan opsi perpanjangan kontrak.
Saat melatih Skuad Garuda, Kluivert akan dibantu oleh sejumlah asisten pelatih dari Belanda seperti Alex Pastoor dan Denny Landzaat.
Selain itu, akan ada dua pelatih lokal Indonesia yang menjadi asisten pelatih.
Kluivert merupakan pemain legenda tim Belanda. Pada eranya dia merupakan striker terbaik Belanda sekaligus sejumlah klub papan atas Eropa seperti Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, CF Valencia, Newcastle United, PSV dan Lille.
Setelah pensiun sebagai pemain pada tahun 2008, pelatih kelahiran Amsterdam, Belanda pada 1 Juli 1976 tersebut langsung merintis karier sebagai pelatih.
Dia memulai sebagai asisten pelatih di AZ Alkmaar, NEC Nigmegen, Brisbane Roar.
Selanjutnya menjadi pelatih Jong Twente dan berhasil meraih gelar juara.
Kluivert juga pernah menjadi asisten pelatih Louis van Gaal di tim nasional Belanda yang meraih peringkat ketiga pada Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil.
Pada tahun 2015, Kluivert ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Curaçao untuk kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018 dan kualifikasi Piala Karibia 2017.
Pengalaman lainnya termasuk menjabat sebagai direktur olahraga di Paris Saint-Germain dan akademi Barcelona, melatih tim Ajax A1 (U-19) serta menjadi asisten Clarence Seedorf di tim nasional Kamerun.
Sebelum ke Indonesia, dia menjadi pelatih klub Turki, Adana Demirspor.
Selain itu, Kluivert juga pernah menjabat sebagai direktur akademi FC Barcelona.
Kluivert direncanakan akan datang ke Indonesia pada Sabtu (11/1) mendatang dan keesokan harinya langsung dikenalkan secara resmi ke publik.
Debut Kluivert akan dimulai saat Indonesia melawan Australia di Sydney Football Stadium pada 20 Maret dan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta tanggal 25 Maret mendatang.
Laga tersebut merupakan pertandingan lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 grup C zona Asia.
Dua Asisten Pelatih Asal Belanda
PSSI telah mengumumkan Alex Pastoor dan Denny Landzaat sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia, melengkapi jajaran staf kepelatihan di bawah komando Patrick Kluivert.
Selain dua asisten asing ini, PSSI juga akan menunjuk dua asisten lokal untuk memperkuat tim pelatih.
Alex Pastoor sendiri adalah pelatih berusia 58 tahun asal Belanda dengan pengalaman luas di dunia sepak bola.
Ia pernah memimpin sejumlah klub seperti Almere City, Sparta Rotterdam, AZ Alkmaar, NEC Nijmegen, Excelsior, dan Slavia Praha.
Pastoor dikenal sebagai pelatih yang berhasil membawa tiga klub berbeda promosi ke Eredivisie, yaitu Excelsior pada 2010, Sparta Rotterdam pada 2016, dan Almere City pada 2023. Ia juga pernah meraih gelar Eerste Divisie bersama Sparta Rotterdam pada musim 2015-2016.
Setelah istirahat dari dunia kepelatihan pada akhir musim lalu, Pastoor menerima tawaran Kluivert untuk kembali berkiprah.
Sementara itu, Denny Landzaat yang berusia 48 tahun memiliki latar belakang sebagai asisten pelatih di berbagai klub, termasuk Jong AZ Alkmaar, Feyenoord, Al Ittihad, Willem II Tilburg, Al Taawoun, Lech Poznan, dan Ferencvaros.
Landzaat memang belum mencatatkan prestasi individu, tetapi pengalamannya mendampingi pelatih kepala di berbagai kompetisi bergengsi menjadi nilai tambah penting untuk skuad Garuda.
| Jadwal Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik di GBK, Misi Garuda Naik Ranking Dunia |
|
|---|
| Sekjen PSSI Minta Pemda Banten Ringankan Biaya Sewa Stadion untuk Klub Lokal, Ini Alasannya |
|
|---|
| Hasil Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Bersama Jepang dan Qatar |
|
|---|
| Asprov PSSI Banten Siapkan Pembinaan Usia Dini Lewat Festival Sepak Bola U-10 dan U-12 |
|
|---|
| Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Dibagi Dua Divisi dan Diikuti 12 Negara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/logo-pssi.jpg)