Polisi Bebaskan Dua Terduga Begal HP Pelajar SMP di Kota Serang, Ini Alasannya

Dua terduga pelaku begal handphone di Kampung Susukan, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang dibebaskan

Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Ahmad Tajudin
Istimewa
Dua terduga begal handphone di Kampung Susukan, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang dibebaskan, Kamis (30/1/2025) 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dua terduga pelaku begal handphone di Kampung Susukan, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang dibebaskan.

Kedua terduga tersebut dibebaskan oleh Polsek Cipocok Jaya, karena dalam waktu 1x24 jam korban begal tak membuat laporan polisi.

Terlebih lagi, antara korban dan pelaku telah dilakukan musyawarah.

"Alasannya, korban enggak mau laporan, karena tidak ada kerugian dan ada hasil musyawarah dengan korban," kata Kapolsek Cipocok Jaya, AKP Juwandi di kantornya, Kamis (30/1/2025).

Diketahui, kedua pemuda asal Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, diamankan pada Selasa (28/1/2025) dini hari.

Kedua pemuda tersebut diamankan usai gagal membegal HP milik pelajar SMP bernama Rehan di Kampung Susukan, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya.

Baca juga: Dua Pemuda Asal Ciruas Diamankan Warga Serang Banten Usai Gagal Begal HP Pelajar SMP

Pelaku sempat menodongkan celurit pada korban agar mau menyerahkan handphone. Namun korban teriak, sehingga pelaku melarikan diri.

Namun tiba-tiba, motor pelaku mati sehingga diamankan warga.

Dari tiga pelaku, yang berhasil diamankan hanya dua orang, sedangkan satu orang yang membawa celurit kabur.

Baca juga: Teriakan "Maling" Pelajar SMP Buat Begal Celurit Gagal Beraksi

Menurut Juwandi, meski dibebaskan namun pelaku dikenakan wajib lapor ke Polsek Cipocok Jaya, sampai mau mengakui pelaku yang membawa celurit berada di mana.

"Sekarang kedua pelaku wajib lapor, sambil kita ngorek informasi pelaku yang kabur," ungkapnya.

Juwandi mengungkapkan, kedua pelaku mengaku tidak mengetahui keberadaan pelaku yang membawa celurit dan berasalan tidak saling kenal.

"Si pelaku ini dari Ciruas, kemudian di depan SMP ada orang yang nebeng (Yang bawa celurit). Jadi ngakunya nggak kenal sama pelaku yang kabur," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved