Warga Ciruas Kabupaten Serang Digegerkan Penemuan Pria Muda Gantung Diri

Warga Desa Ciruas, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang digegerkan dengan penemuan sosok pria gantung diri di pohon asem.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Ahmad Haris
Kolase Tribun Banten/Ist/Net
Warga Desa Ciruas, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang digegerkan dengan penemuan sosok pria gantung diri di pohon asem. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Warga Desa Ciruas, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang digegerkan dengan penemuan sosok pria gantung diri di pohon asem.

Peristiwa itu pertama kali ditemukan oleh warga saat melewati jalan dekat pohon asem, pada pukul 06.45 WIB.

Kapolsek Ciruas Kompol Syuaib saat dikonfirmasi TribunBanten.com membenarkan, adanya penemuan pria gantung diri di pohon asem tersebut.

Baca juga: Penemuan Mayat Diduga Korban Mutilasi di Gunungsari Serang: Warga Temukan Kepala dan Kaki di Kebun

"Jadi betul, tadi pagi sekitar 06.45 pagi ada warga yang laporan kepada petugas kepolisian yang sedang berjaga di TPS Desa Ciruas, bahwa ada seseorang yang ditemukan di atas pohon gantung diri," ujarnya kepada TribunBanten.com, Sabtu, (19/4/2025).

Syuaib menuturkan, sosok pria yang gantung diri tersebut berinisial H yang berusia sekira 21 tahun.

Saat dilakukan evakuasi, kata Syuaib, korban diperkirakan sudah tergantung di atas pohon asem lebih dari 6 jam.

"Saat dilakukan evakuasi, diperkirakan mayat lebih dari 6 jam karena kondisi tubuh sudah kaku," ungkapnya.

Dikatakan Syuaib, korban melakukan gantung diri itu diduga karena ada permasalahan dengan ibunya.

Baca juga: Cerita Warga saat Temukan Mayat Perempuan Diduga Korban Mutilasi di Gunung Sari Serang

"Informasi yang kita dapat dari pihak keluarga, yaitu orang tua korban, kemarin sempat ada permasalahan dengan ibunya, tapi tidak tahu permasalahannya apad, tiba-tiba setelah cekcok korban itu pergi meninggalkan rumah di hari Jum'at kemarin," ucapnya.

Saat ini, lanjut Syuaib, korban telah dikebumikan di kediamannya dan tidak dilakukan autopsi.

"Dari pihak keluarga tidak berkenan untuk di autopsi, makanya langsung dikebumikan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved