Hari Buruh 2025: Belasan Ribu Karyawan di Banten Kena PHK Massal, Ini Penyebabnya
Peringatan Hari Buruh 2025 jatuh pada Jumat 1 Mei. Peringatan ini bisa menjadi alarm bagi karyawan di Banten untuk mengantisipasi badai PHK.
TRIBUNBANTEN.COM - Peringatan Hari Buruh 2025 jatuh pada Jumat 1 Mei. Peringatan ini bisa menjadi alarm bagi karyawan atau pekerja di Banten untuk mengantisipasi badai PHK.
Tercatat, sebanyak 12 ribu karyawan dari berbagai sektor industri di Provinsi Banten mengalami PHK.
Berdasarkan catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, ada tiga perusahaan di sektor manufaktur dan industri alas kaki yang melakukan PHK massal.
"Salah satu yang melakukan PHK adalah PT Adis Dimension Footwear dan PT Victory Ching Luh," kata Kepala Disnakertrans Banten, Septo Kalnadi dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: 50 Ucapan Hari Buruh 2025, Penuh Makna dan Nilai Perjuangan, Cocok Diunggah 1 Mei 2025
Menurutnya, penurunan permintaan dari pemegang merek menjadi penyebab utama PHK massal di industri sepatu olahraga.
PT Adis Dimension Footwear, yang selama ini memproduksi beberapa seri sepatu Nike, mengalami pengurangan pesanan sehingga harus mengurangi volume produksi.
"Order dari pemegang merek yang kurang sehingga mereka tidak mendapatkan order. Tidak mendapatkan order sehingga kan dari order itu mereka akan mem-PHK," ungkap Septo.
PHK Masih Berlanjut di 2025
Proses PHK di dua perusahaan alas kaki ini telah berlangsung sejak November 2024 hingga Januari 2025.
Saat ini, perusahaan masih dalam tahap penyelesaian pembayaran hak-hak karyawan terdampak.
"Sekarang sedang proses pembayaran hak-hak karyawannya. Masih prosesnya," kata Septo.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tren PHK di Banten kemungkinan masih akan berlanjut pada tahun 2025, meskipun alasan utamanya bukan karena kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
"Kemudian juga ada nanti tahun depan mulai ada lagi (PHK). Tapi bukan UMK tinggi. Alasannya bukan UMK," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa fenomena PHK ini tidak hanya terjadi di sektor alas kaki, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor lain di Banten.
"Setiap hari ada saja perusahaan yang minta izin untuk PHK. Izinnya ada di Kabupaten/Kota dan itu sekitar 12.000 karyawan selama 2024," tandasnya.
Dengan angka PHK yang terus meningkat, ribuan pekerja di Banten kini menghadapi tantangan besar dalam mencari pekerjaan baru.
Diharapkan pemerintah daerah dan Disnakertrans dapat memberikan solusi bagi pekerja terdampak, baik melalui pelatihan keterampilan baru maupun membuka peluang kerja di sektor lain.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
| Pulau Umang Banten Disengel KKP Usai Viral Dijual Rp65 Miliar di Medsos |
|
|---|
| Polisi Gerebek Gudang Oplosan Elpiji di Lebak, Negara Rugi Rp626 Juta |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca BMKG, Kamis 16 April 2026: Ini Daftar Wilayah di Banten Berpotensi Diguyur Hujan |
|
|---|
| Waspada! Bibit Siklon Tropis 92S Picu Gelombang Tinggi di Perairan Banten |
|
|---|
| Profil Heru Fahrudin, Alumni ITB Penggagas Bimbel Gratis dan Beasiswa Warga Kurang Mampu di Banten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/mengantisipasi-badai-PHK.jpg)