Kapan Maulid Nabi 2025? Ini Jadwal Peringatan dan Libur Nasional Berdasarkan Kalender Islam

Kapan Maulid Nabi 2025 jatuh menurut kalender Masehi? Apakah ada libur nasional? Berikut ini penjelasan menurut SKB 3 Menteri.

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Freepik
MAULID NABI 2025 - Kapan Maulid Nabi 2025 jatuh menurut kalender Masehi? Apakah ada libur nasional? Berikut ini penjelasan menurut SKB 3 Menteri. 

TRIBUNBANTEN.COM - Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hari besar umat Islam yang diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. 

Momen ini menjadi waktu untuk mengenang kelahiran Rasulullah dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. 

Apa Itu Maulid Nabi?

Kata "maulid" berasal dari bahasa Arab yang berarti kelahiran. Dalam konteks Islam, Maulid Nabi merujuk pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal. 

Baca juga: Kapan Idul Adha 2025?Ini Jadwal Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Prediksi Perbedaan Tanggal

Momen ini dimanfaatkan umat Islam di seluruh dunia untuk mempererat ukhuwah, memperdalam sejarah perjuangan Rasulullah, dan memperbanyak amal ibadah seperti shalawat, pengajian, hingga sedekah.

Lalu, kapan Maulid Nabi 2025 jatuh menurut kalender Masehi? Apakah ada libur nasional?

Maulid Nabi 2025 Tanggal Berapa?

Sesuai dengan SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025, Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 diperingati pada tanggal 5 September 2025. 

Tanggal tersebut juga merupakan libur nasional peringatan Maulid Nabi.

Daftar Hari Libur Nasional 2025

Rabu, 1 Januari – Tahun Baru 2025 Masehi

Senin, 27 Januari – Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW

Rabu, 29 Januari – Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili

Sabtu, 29 Maret – Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)

Senin – Selasa, 31 Maret – 1 April – Idul Fitri 1446 Hijriah

Jumat, 18 April – Wafat Yesus Kristus

Minggu, 20 April – Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)

Kamis, 1 Mei – Hari Buruh Internasional

Senin, 12 Mei – Hari Raya Waisak 2569 BE

Kamis, 29 Mei – Kenaikan Yesus Kristus

Minggu, 1 Juni – Hari Lahir Pancasila

Jumat, 6 Juni – Idul Adha 1446 Hijriah

Jumat, 27 Juni – Tahun Baru Islam (1 Muharam 1447 Hijriah)

Minggu, 17 Agustus – Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

Jumat, 5 September – Maulid Nabi Muhammad SAW

Kamis, 25 Desember – Hari Raya Natal

Sejarah dan Dalil Maulid Nabi

Dilansir dari Gramedia.com, Maulid Nabi  atau dalam bahasa Arab: مولد النبي‎, Mawlid an-Nabī, merupakan sebuah peringatan hari lahir dari Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan tahun hijriyah yang diperingati oleh mayoritas umat muslim yang ada di dunia, termasuk di Indonesia.

Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab memiliki arti hari lahir. Peringatan Maulid Nabi  sudah ada jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat dan menjadi sebuah tradisi yang sudah berkembang di dalam masyarakat Islam.

Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. termasuk perkara yang membesarkan dan memuliakan baginda. Bagi setiap umat muslim yang merayakan dan memperingatinya akan diberikan kenikmatan di dunia dan akhirat. Sesuai dengan Firman Allah Ta’ala:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوباً عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأَغْلاَلَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُواْ بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُواْ النُّورَ الَّذِيَ أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ -١٥٧

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.** Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Quran), mereka itulah orang-orang beruntung.” (Q.S. al-A’raf: 157).

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved