Edwar Plastic Press, Gudang Sampah Tangerang yang Jadi Rujukan Pegiat Lingkungan Dunia

Edwar Plastic Press di Tangerang jadi sorotan dunia. Gudang pengolahan sampah plastik ini kerap dikunjungi pegiat lingkungan dunia.

Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Ade Feri/TribunBanten.com
Edwar Plastic Press di Tangerang jadi sorotan dunia. Gudang pengolahan sampah plastik ini kerap dikunjungi pegiat lingkungan dari Australia, Italia, hingga India untuk riset daur ulang dan teknik sortir limbah. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Gudang pengolahan sampah plastik bernama Edwar Plastic Press yang terletak di Kampung Jambu, Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, ini merupakan tempat yang kerap menjadi rujukan sejumlah pegiat lingkungan dunia.

Pegiat lingkungan dari berbagai negara seperti Australia, Italia, dan India, pernah mendatangi gudang ini untuk melakukan riset hingga mengetahui tata cara pengelolaan sampah agar sesuai kriteria perusahaan.

Berdasarkan pantauan TribunBanten.com, gudang tersebut berdiri di atas tanah seluas 1.200 meter persegi, dengan struktur lahan yang memanjang dan tertutup pagar berbahan seng.

Baca juga: Viral Video Oknum Ormas Komite Tiga Kelurahan Diduga Intimidasi Pekerja PT Lotte Cilegon

Dalam area gudang, lebih dari setengahnya merupakan tumpukan sampah plastik yang didominasi oleh bekas botol oli, sampo, sabun, hingga jeriken.

Di tengah-tengah gudang terdapat sebuah mesin press yang berfungsi untuk memadatkan sampah plastik menjadi satu bundelan dengan berat sekitar 80–100 kilogram.

Selain itu, ada juga dua bangunan berukuran sekitar 4×6 meter yang dijadikan tempat untuk para pekerja beristirahat.

Pemilik gudang, Edwar Afriatna (28), mengaku awal kedatangan pegiat lingkungan mancanegara tersebut terjadi pada tahun 2023, atau setelah 1 tahun gudangnya berdiri.

"Setelah 1 tahun saya menggeluti usaha ini, kurang lebih di tahun 2023, ada pegiat lingkungan dari Australia yang juga perwakilan Unilever itu visit ke gudang saya," kata Edwar saat ditemui di gudangnya, Jumat (27/6/2025).

"Terus ada dari Italia, yaitu mahasiswa pegiat lingkungan atau aktivis lingkungan, serta India juga. Dia riset perihal teknologi atau mesin cacah ya, atau mesin pengolahan daur ulang," sambungnya.

Lebih lanjut, Edwar menjelaskan para pegiat lingkungan mancanegara tersebut mendatangi gudangnya setelah mendapatkan rekomendasi dari perusahaan tempatnya menjual sampah plastik tersebut.

"Mereka datang ke sini itu karena mungkin nama saya untuk di lokal sudah tersebar secara bisnis, dan juga perusahaan tempat saya bermitra merekomendasikan gudang saya untuk dijadikan tempat riset," paparnya.

"Karena per hari ini, gudang saya ini sudah lumayan bagus secara kinerja suplai bahan baku, dan juga secara kuantitas dan kualitas itu sangat-sangat bagus," sambungnya.

"Makanya ketika perusahaan itu mencontohkan bahwasanya contoh supplier yang baik itu, ya salah satunya gudang saya," jelasnya.

Edwar mengungkapkan, riset yang dilakukan pegiat lingkungan mancanegara tersebut lebih untuk mengetahui asal muasal sampah secara kompleks.

"Mereka ingin mengetahui asal muasal sampah itu dari mana, terus juga cara pengolahannya atau cara packaging yang baiknya itu seperti apa," ungkapnya.

"Lalu agar dapat mengetahui barang yang sesuai kriteria perusahaan atau pabrik yang bisa didaur ulang," kata Edwar.

Secara keseluruhan, Edwar mengaku telah didatangi pegiat lingkungan mancanegara sebanyak enam kali.

"Kurang lebih 6 orang (pegiat lingkungan mancanegara yang datang), dan itu tuh datangnya biasanya sih tergantung event. Biasanya setahun bisa dua kali," kata Edwar.

"Seperti contohnya ada di Jakarta event exhibition atau plastik rubber, atau event plastik daur ulang secara mesin. Nah biasanya dari luar negeri pun atau turis datang ke Indonesia itu tergantung event," tambahnya.

"Terkadang juga mendapat visit dari turis itu ketika perusahaan mengadakan kontrak kerja sama, dan mereka ingin melihat tempat si perusahaan mendapat barang," kata Edwar.

"Dari situ hadirnya ke gudang saya bahwa bukti percontohan kemitraan (perusahaan) sudah berjalan. Sekaligus mereka pengen tahu teknik sortir atau material yang bisa dijadikan pundi-pundi uang," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved