Warga Kasemen Serang Blokade Jalan

Tanah Kelahiran Digusur, Warga Serang Banten Tolak Pindah ke Rusunawa

Warga Kampung Sukadana, Kasemen, Kota Serang, mengalami pilu setelah rumah mereka yang telah ditempati puluhan tahun digusur Pemkot Serang.

|
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Abdul Rosid
Muhammad Uqel/TribunBanten.com
PENGGUSURAN DI SUKADANA - Warga Kampung Sukadana, Kasemen, Kota Serang, mengalami pilu setelah rumah mereka yang telah ditempati puluhan tahun digusur Pemkot Serang. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Syamsudin (42), warga Kampung Sukadana RT 05, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, menceritakan kisah pilu usai rumah tempat tinggalnya digusur oleh Pemerintah Kota Serang.

Ia mengatakan, rumah tersebut dibangun dari hasil jerih payah keluarganya dan telah ditempati sejak tahun 1982.

Namun hari ini, Syamsudin menyaksikan sendiri rumahnya diratakan menggunakan alat berat oleh petugas.

Baca juga: BREAKING NEWS! Warga Kasemen Blokade Jalan Banten Lama Kota Serang, Arus Lalu Lintas Macet Parah

“Tentu saja sedih. Tanah kelahiran, tempat kami tinggal puluhan tahun, sekarang dibongkar,” ujar Syamsudin kepada TribunBanten.com, Rabu (2/7/2025).

Ia menyebutkan, selain miliknya, terdapat empat rumah warga lainnya di RT 05 yang juga dirobohkan. Rumah-rumah tersebut telah kosong karena ditinggalkan pemiliknya lebih dulu.

Syamsudin menyadari bahwa bangunan tersebut berdiri di atas tanah milik pemerintah. 

Namun ia berharap Pemkot Serang dapat lebih mengedepankan rasa kemanusiaan dalam mengambil tindakan.

"Saya sebagai warga minta kebijaksanaan dari pemerintah, tolong lah demi kemanusiaan jangan sepeti hewan mau seperti apa yang penting ada kebijakan mau seperti kerohanian," ucapnya.

Meski Pemkot Serang telah menawarkan relokasi ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), Syamsudin dan sejumlah warga lainnya menolak.

Menurutnya, Rusunawa yang disediakan tidak layak untuk dihuni dan tidak mendukung kehidupan ekonomi masyarakat..

"Faktor lainnya di sini kan banyak lansia sudah pada sakit terus akses untuk kerja perekonomian agak sulit karena di sini banyak petani buruh harian lepas," katanya.

Ia berharap pemerintah bisa memberi keputusan yang lebih bijaksana, baik dalam bentuk pertimbangan sosial maupun penilaian ganti rugi yang adil.

"Harapannya hanya minta kebijakannya saja seperti apa kami terima walaupun kerohanian atau pun appraisal," harapnya.

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved