Pengeroyokan Wartawan di Serang
Profil PT Genesis Regeneration Smelting, Tempat Pengeroyokan Wartawan, Sempat Disidak Bupati Serang
Berikut informasi tentang perusahaan PT Genesis Regeneration Smelting, tempat terjadinya insiden pengeroyokan terhadap wartawan & humas Kementrian LH
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM - Berikut informasi tentang perusahaan PT Genesis Regeneration Smelting, tempat terjadinya insiden pengeroyokan terhadap wartawan dan staf humas Kementrian LHK saat tugas peliputan hari ini, Kamis (21/8/2025).
Berdasarkan informasi yang TribunBanten.com telusuri dari berbagai sumber baik di situs linkedin.com perusahaan ataupun dari sumber lain.
Pabrik ini ternyata sempat disidak oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah beberapa hari yang lalu, usai diduga adanya korban meninggal karena diduga terpapar limbah pabrik.
Baca juga: Kronologi Pengeroyokan Wartawan Diduga Oknum Security & Ormas saat Liput Penyegelan Pabrik di Serang
Profil PT Genesis Regeneration Smelting
PT Genesis Regeneration Smelting adalah sebuah perusahaan peleburan timbal (lead smelting) yang berlokasi di Jl. Raya Cikande Rangkasbitung No. KM. 13.5, Cemplang, Kec. Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.
Perusahaan ini mengolah aki bekas menjadi timbal (timah hitam).
PT Genesis Regeneration Smelting diduga telah melakukan pelanggaran lingkungan. Mereka disebut tidak memiliki Izin Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan diduga mencemari lingkungan dengan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), khususnya limbah timbal.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah menyegel pabrik ini, karena dinilai telah melakukan pelanggaran.
Baca juga: Tak Hanya Wartawan, Tim Humas KLH Juga Jadi Korban Pengeroyokan saat Penyegelan Pabrik di Jawilan
Sempat Disidak Bupati Serang
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mendatangi kediaman orang tua Yoga Saputra (22) di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang yang diduga meninggal karena terpapar limbah pabrik.
Dalam kesempatan itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah didampingi Staf Ahli Bupati Zaldi Duhana dan Plt Kadis DLH Kabupaten Serang Yadi Priatna.
Saat tiba di rumah duka, Bupati Serang langsung disambut hangat oleh ibunda almarhum Yoga yakni Yayah dan keluarganya.
Dikatakan Yayah, dirinya merasa kaget dan tak menyangka kediamannya dikunjungi orang nomor satu di Kabupaten Serang.
“Saya kaget dan tidak menyangka Ibu Bupati sampai datang ke sini,” kata Yayah kepada Bupati Ratu Zakiyah di ruang tamu, Kamis (14/8/2025).
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, kedatangan dirinya ke rumah duka untuk takziyah sekaligus memastikan kabar yang berkembang di masyarakat.
Baca juga: Tragedi Pengeroyokan Wartawan saat Liput Pabrik di Serang, Humas KLH Kaget Rekannya Juga Jadi Korban
Di mana, kabar yang berkembang diluar menyebutkan bahwa Yoga meninggal karena diduga paparan limbah pabrik tempatnya dulu bekerja yakni PT GRS (Genesis Regeneration Smelting) yang memproduksi timbal.
PT GRS terletak di Jalan Cikande-Rangkasbitung, Desa Cemplang, tidak jauh dari kediaman rumah duka.
"Saya mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Yoga. Semoga keluarga tabah," kata Bupati di hadapan Yayah dan keluarga.
"Kemudian kami memastikan apakah benar kabar soal kematian almarhum Yoga yang diduga terpapar limbah, sebab almarhum Yoga adalah warga kami, warga Kabupaten Serang," kata Bupati.
Ratu Zakiyah bilang, setelah berdialog dengan orang tua almarhum Yoga, ternyata Yoga meninggal bukan karena terpapar limbah melainkan karena sakit.
"Ya kehadiran saya ke sini hanya ingin memastikan kabar yang beredar di luar itu, ternyata almarhum meninggal karena sakit dan bukan dampak dari paparan limbah," tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Bupati juga memberikan uang santunan kepada keluarga duka.
Usai dari rumah duka, Ratu Zakiyah langsung sidak ke pabrik PT GRS yang terletak di Jalan Cikande-Rangkasbitung, Cemplang.
Tiba di lokasi pabrik, kondisi pabrik dalam keadaan sepi karena waktu istirahat.
Tidak lama kemudian, Bupati diterima oleh perwakilan pabrik bernama Agung SH.
Dalam sidak itu, Bupati juga melihat langsung kondisi pabrik yang ditemani oleh perwakilan perusahaan. Bupati langsung berdialog dengan perwakilan perusahaan Agung.
Agung memastikan bahwa mantan karyawannya yang bernama Yoga meninggal bukan karena limbah dari pabrik PT GRS.
“Ia sudah lama resign dari pabrik ini,” tegas Agung.
Meski demikian, Bupati memerintahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk mengecek limbah dan mengawasi pembakaran pabrik yang berpotensi mencemari udara.
"Saya minta kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk mengecek lagi terutama terkait dengan polusi udara dan limbah. Ini kebetulan pak kadisnya juga ada di sini," pungkasnya.
Kronologi Kejadian Pengeroyokan
Diberitakan sebelumnya, sejumlah wartawan mengalami aksi pengeroyokan oleh sejumlah warga yang diduga merupakan oknum anggota Brimob, security pabrik dan organisasi masyarakat (Ormas) saat melakukan
Sejumlah wartawan terdiri dari wartawan TribunBanten.com, Detik.com, AntaraBanten, Jawa Pos, SCTV, Bantennews, dan beberapa wartawan lainnya dikabarkan mendapat aksi tak mengenakan hingga mengalami pemukulan.
Informasi itu dibenarkan oleh salah satu wartawan nasional, Iqbal, saat ini berada di lokasi kejadian.
"Betul, kejadiannya tadi pas kita liputan penyegelan pabrik di Jawilan," ujarnya kepada TribunBanten.com via sambungan telepon, Kamis.
Iqbal menyebut, peristiwa terjadi pada saat wartawan selesai wawancara pihak Kementrian Lingkungan Hidup.
Pada saat wartawan hendak pergi meninggalkan lokasi, secara tiba-tiba dipanggil oleh security pabrik dan sejumlah ormas yang berada di lokasi.
"Tiba-tiba kita diserang, pas kita mau balik anak-anak pada dihajar," Ucapnya.
Sementara itu, salah satu wartawan TV, Hendi menyebut bahwa insiden itu bermula saat mereka mendapat undangan liputan ke pabrik tersebut.
Keributan itu muncul ketika saat wartawan hendak mengambil gambar kemudian ada pelarangan dari security pabrik.
"Awalnya kita datang ke situ, dihalangi oknum diduga Brimob. Kita sempet bersitegang, bahkan sempat cekcok," katanya.
Namun pada saat rombongan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) datang ke lokasi, para wartawan baru bisa melakukan peliputan di pabrik tersebut.
Setelah peliputan selesai, dan wawancara narasumber selesai. Para wartawan berjalan untuk pulang.
"Pas mau pulang tiba-tiba dipanggil dan langsung diserang oleh para anggota Brimob dan Ormas, sambil bawa senjata tajam," ucapnya.
Tim Humas LHK Turut Jadi Korban
Sejumlah tim humas KLH turut mengalami aksi tidak mengenakan tersebut yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang diduga anggota Brimob, security pabrik dan organisasi masyarakat (Ormas) hingga aksi pemukulan.
NL, Magang di Humas Kementrian LH menyebut, insiden itu bermula saat rombongan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan melakukan penyegelan pabrik PT Genesis Regeneration Smelting di Jawilan.
"Agenda kita untuk memasang papan penyegelan perusahaan karena ketidak sesuaian aturan. Dari awal kita sesuai rencana," katanya kepada TribunBanten.com, Kamis.
Namun pada saat telah selesai kegiatan penyegelan pabrik, baru kemudian terjadi insiden tersebut.
Diakui NL, pihaknya sempat mengalami firasat tidak mengenakan saat pertama datang ke lokasi pabrik.
"Tim kita (Humas KLH) emang sudah ada firasat sudah diincar oleh orang sana, dan memang kita juga mendapat peringatan dari satpam di depan perusahaan nggak boleh merekam apapun," katanya.
"Tapi karena dari pimpinan saya diminta merekam dan kita boleh masuk. awalnya semua lancar di dalam, tapi ketika rekan saya ke luar duluan, terjadi insiden itu," tambahnya.
NL menjelaskan awal kegiatan berjalan lancar, saat bersama Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup BPLH, Irjen. Pol. Rizal Irawan dan rombongan Kementrian Lingkungah Hidup lainnya.
Kemudian pada saat rombongan pimpinan KLH/BPLH pergi meninggalkan area pabrik, baru kemudian terjadi insiden pengeroyokan terhadap wartawan.
NL mengaku baru mengetahui ternyata bukan hanya wartawan, namun tim humas KLHK juga turut jadi korban.
"Saya masih di dalam, pas saya lari keluar (Pabrik) saya liat sudah berkerumun, saya refleks videoin. saya kaget pas lihat rekan saya satu-satunya yang sudah ada di tanah, mukanya udah merah, udah nangis. Lalu terus tiba-tiba tangan saya ditarik dan video terputus merekam," jelasnya.
Akibat peristiwa itu, beberapa jurnalis mengalami luka serius dan dibawa ke rumah sakit. Sementara jurnalis lainnya terpaksa berlari menyelamatkan diri sejauh beberapa kilometer. Selain jurnalis, tim Deputi Gakkum KLH juga turut menjadi korban penganiayaan.
PT Genesis Regeneration Smelting
pengeroyokan wartawan di Serang
aksi pengeroyokan
wartawan dikeroyok
Jawilan Serang
Serang
| Kasus Pengeroyokan Staf Humas KLH dan Wartawan di Jawilan, Lima Warga Serang Dihukum 7 Bulan Penjara |
|
|---|
| 5 Terdakwa Penganiaya Wartawan dan Staf KLH di Serang Banten Dituntut 10 Bulan Penjara |
|
|---|
| Keroyok Staf KLH dan Wartawan di Pabrik Limbah Serang, Lima Terdakwa Dituntut 10 Bulan Penjara |
|
|---|
| Berkas Anggota Brimob Terduga Pelaku Pengeroyokan Wartawan di Serang Dilimpahkan ke Kejaksaan |
|
|---|
| Lima Tersangka Pengeroyokan Wartawan dan Staf KLH di PT GRS Resmi Dilimpahkan ke Kejari Serang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/PT-Genesis-Regeneration-Smelting-tempat-terjadinya.jpg)