Berita Pemkot Tangsel
35 Koperasi Merah Putih Tangsel Sudah Beroperasi, Layani Ribuan Anggota
Sebanyak 35 dari total 54 Koperasi Merah Putih di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini telah aktif beroperasi, dan melayani lebih dari 4.200 anggota
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Tajudin
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Sebanyak 35 dari total 54 Koperasi Merah Putih di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini telah aktif beroperasi, dan melayani lebih dari 4.200 anggota.
Di Tangsel sendiri total terdapat 54 kelurahan, sehingga target idealnya adalah setiap kelurahan memiliki satu koperasi Merah Putih, atau total 54 koperasi.
Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program unggulan pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Program ini menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia.
Tujuan dari program ini ialah memperkuat ekonomi pedesaan melalui potensi lokal, menyediakan sembako dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat, memberikan layanan simpan pinjam dan fasilitas usaha bagi anggota, dan embebaskan warga dari praktik rentenir dan meningkatkan kesejahteraan desa.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Tangsel, Bachtiar Priyambodo mengatakan, tahap pertama pembentukan badan hukum koperasi sudah selesai pada Juli tahun lalu, dan saat ini fokus beralih pada operasional.
“35 koperasi yang sudah aktif ini dapat memanfaatkan aset yang ada, baik kantor koperasi maupun ruang publik di kelurahan," ujarnya kepada TribunBanten.com, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Masuk RPJMD 2025–2029, Dishub Tangsel Tambah 10 Bus Sekolah Gratis dan Perluas Rute Perjalanan
Lebih lanjut Bachtiar menjelaskan, bahwa dalam pelaksanaan program Koperasi Merah Putih di Tangsel sepenuhnya menerapkan prinsip swadaya dan gotong royong, tanpa adanya bantuan modal dari pemerintah.
Langkah tersebut, lanjut dia, sesuai dengan arahan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, yang menginginkan agar pelaksanaan program tersebut tetap menjunjung tinggi prinsip semangat gotong royong.
"Karena bagaimana pun koperasi itu kan dari oleh dan untuk masyarakat," katanya.
"Jadi kalau di Tangsel kita tidak memberikan bantuan modal, Pak Wali Kota hanya memberikan surat imbauan dan sosialisasi ie masyarakat agar mau jadi anggota," jelasnya.
Bachtiar menambahkan, kendala yang masih dihadapi koperasi di Tangsel adalah keterbatasan sumber daya manusia, modal, dan lahan.
Sehingga kata dia, 35 koperasi yang berjalan masih memanfaatkan gedung aset milik pemerintah yang tidak terpakai.
"Karena syarat untuk gedung Koperasi Merah Putih itu dipetunjuk pelaksanaan nya adalah lahannya harus 1.000 meter per segi," ucapnya.
Namun demikian lanjut dia, dengan adanya pendampingan tenaga profesional yang tengah dipersiapkan oleh pemerintah pusat, diharapkan seluruh koperasi di Tangsel dapat segera beroperasi penuh sebelum akhir tahun.
“Target kami, Maret ini sebagian besar koperasi sudah berjalan. Dengan dukungan masyarakat dan fasilitas yang ada, saya yakin seluruh koperasi Merah Putih Tangsel akan aktif dan produktif,” tutup Bachtiar.
| Ikuti Arahan Presiden, Pemkot Tangsel Resmi Terapkan WFH ASN Tiap Jumat |
|
|---|
| Dispora Tangsel Siapkan Infrastruktur Olahraga Jelang Porprov Banten 2026 |
|
|---|
| Program Mudik Gratis di Terminal Pondok Cabe Diserbu Pemudik, Kuota 15.834 Orang Habis |
|
|---|
| Dishub Tangsel Ramp Check 135 Kendaraan Jelang Lebaran 2026, 101 Armada Tidak Lulus Pemeriksaan |
|
|---|
| Harga 20 Persen Lebih Murah, Wali Kota Tangsel Tegaskan Bazar Ramadan Bukan Subsidi Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Koperasi-dan-Usaha-Kecil-Menengah-UKM-Tangsel-Bachtiar-Priyambodo.jpg)