Mudik Lebaran 2026: OT Group dan ASDP Kolaborasi Perkuat Ekosistem Layanan Penyeberangan
Lonjakan mobilitas masyarakat pada arus Mudik Lebaran 2026 yang diproyeksikan mencapai 143,9 juta pergerakan mendorong penguatan layanan
TRIBUNBANTEN.COM - Lonjakan mobilitas masyarakat pada arus Mudik Lebaran 2026 yang diproyeksikan mencapai 143,9 juta pergerakan mendorong penguatan layanan di berbagai moda transportasi, termasuk penyeberangan laut.
Menjawab kebutuhan tersebut, OT Group menjalin kemitraan strategis dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk memperkuat ekosistem layanan di sejumlah pelabuhan utama yang menjadi simpul pergerakan pemudik.
Kolaborasi ini difokuskan pada empat pelabuhan dengan volume penumpang tertinggi saat musim mudik, yakni Merak, Bakauheni, Gilimanuk, dan Ketapang.
Melalui kerja sama ini, OT Group memastikan ketersediaan produk dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di area pelabuhan dan kapal penyeberangan, guna menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat selama periode Lebaran.
Direktur Tehnik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Nana Sutisna, menyampaikan bahwa Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya ASDP dalam memperkuat ekosistem layanan penyeberangan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada pelanggan, khususnya dalam menghadapi periode puncak mobilitas seperti mudik Lebaran.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa penyeberangan. Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, ASDP terus berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan berkesan bagi masyarakat,” ujar Nana, Kota Cilegon, Kamis (12/3/2026).
Baca juga: Operasi Ketupat Maung Digelar Besok, Polda Banten Kerahkan 3.972 Personel Amankan Mudik Lebaran 2026
Sementara itu, CEO FMCG OT Group, Donny menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bagian dari kontribusi terhadap penguatan ekosistem layanan publik.
“Mudik adalah momentum sosial terbesar di Indonesia. Kami melihatnya bukan hanya sebagai peak season distribusi, tetapi sebagai tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses produk yang terjangkau, resmi, dan mudah dijangkau di titik-titik perjalanan krusial. Dalam periode dengan lonjakan permintaan tinggi, aspek availability dan price stability menjadi sangat penting. Melalui kerja sama ini, kami memastikan rantai pasok berjalan optimal sehingga pemudik tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun potensi lonjakan harga,” ujar Donny.
Kolaborasi ini juga menghadirkan pendekatan layanan yang lebih terintegrasi melalui aktivasi di gedung penumpang dan lounge, optimalisasi layanan di atas kapal, hingga pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan perjalanan jarak jauh.
Kerja sama ini sekaligus menandai penguatan strategi pengembangan bisnis OT Group berbasis ekosistem transportasi nasional, setelah sebelumnya menjalin kolaborasi di sektor penerbangan bersama Garuda Indonesia.
Menguatkan komitmen tersebut, kerja sama ini mencerminkan pergeseran strategi OT Group dari sekadar distribusi produk menjadi integrasi aktif dalam ekosistem perjalanan nasional. Dengan konsentrasi pergerakan penumpang yang tinggi di simpul-simpul penyeberangan utama, perusahaan melihat pentingnya kehadiran yang lebih relevan di titik mobilitas masyarakat, khususnya pada momen mudik yang sarat makna sosial dan emosional.
“Kami percaya perusahaan tidak hanya hadir di keseharian, tetapi juga di momen-momen penting nasional . Momen mudik adalah simbol kebersamaan dan harapan. Karena itu, OT Group ingin menjadi bagian dari perjalanan tersebut dengan memastikan akses produk yang terjangkau dan terpercaya tetap tersedia di setiap titik mobilitas utama,” tutup Donny.
Melalui sinergi ini, arus mudik 2026 diharapkan tidak hanya berjalan lancar dari sisi operasional transportasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih terjamin, nyaman, dan terjangkau bagi jutaan masyarakat Indonesia.
| 53 Ribu Penumpang Menyeberang via Pelabuhan Merak dari Sumatera ke Pulau Jawa |
|
|---|
| Data ASPD: Penumpang Turun, Truk dan Bus Naik Signifikan pada Arus Balik Lebaran 2026 |
|
|---|
| Baru 49 Persen Pemudik Kembali ke Pulau Jawa, Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Merak |
|
|---|
| Arus Balik Mulai Padat, Pemudik Asal Lampung Ini Ungkap Pengalaman Tak Terduga di Bakauheni |
|
|---|
| Murah Meriah, Wisatawan Padati Binuang Waterpark Saat Lebaran, Cuma Rp20 Ribu Sudah Bisa Seru-seruan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ASDP-kerjasama-ot.jpg)