Bocah SD di Pontang Serang Jadi Korban Bullying, Diduga Dipukul Hingga Matanya Memar

Seorang siswa kelas 4 SDN Kalapian, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, berinisial FH (10), mengalami memar pada bagian mata setelah diduga dipukul

Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
ILUSTRASI - Seorang siswa kelas 4 SDN Kalapian, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, berinisial FH (10), mengalami memar pada bagian mata setelah diduga dipukul oleh teman sekelasnya berinisial LK. Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Hingga September 2021, Ada 38 Kekerasan Terjadi pada Anak-anak di Kulon Progo, https://jogja.tribunnews.com/2021/10/06/hingga-september-2021-ada-38-kekerasan-terjadi-pada-anak-anak-di-kulon-progo. Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Seorang siswa kelas 4 SDN Kalapian, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, berinisial FH (10), mengalami memar pada bagian mata setelah diduga dipukul oleh teman sekelasnya berinisial LK.

Peristiwa terjadi saat jam pelajaran ketika tidak ada guru di dalam kelas.

Menurut keterangan bibi korban FD, insiden bermula ketika FH bercanda dengan lima temannya, lalu salah satu dari mereka, LK, mengajaknya berkelahi.

FH sempat menimpali dengan pukulan bercanda, namun LK kemudian membalas dengan pukulan keras yang mengenai mata FH hingga memar.

"Sebelumnya, korban sering di bully, diejek fisiknya sama teman-temannya, sebelum akhirnya dipukul bagian mata hingga memar, kata FD, bibi korban, kepada TribunBanten.com, Senin, (8/12/2025).

Baca juga: Pelajar SMP Tenggelam di Aliran Sungai Cikeusal Serang, Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Keluarga menyebut kasus ini bukan kejadian pertama FH mengalami perundungan. Sebelumnya, FH kerap diejek secara fisik dan pernah dituduh suka mencuri oleh teman-temannya.

Namun, ini adalah pertama kalinya FH mengalami kekerasan fisik hingga menimbulkan luka.

"Baru pertama kali dipukul bagian mata sampai memar, kalau sebelumnya itu sering di bully, suka diejek, dibilang suka mencuri," katanya.

FH tinggal bersama neneknya karena kedua orang tuanya bekerja di luar negeri. Pihak keluarga mengaku belum menerima kunjungan dari pihak sekolah untuk menjenguk korban.

Dikatakan FD, kepala sekolah sempat mengantar FH pulang seusai kejadian, tetapi hanya sampai depan gang dan belum bertemu langsung dengan keluarga.

"Jadi yang nganterin pulang dari sekolah ke rumah itu kepala sekolahnya, tapi hanya sampai depan gang, tahu-tahu keluarga melihat FH menangis dengan kondisi memar pada bagian mata," ucapnya.

Keluarga berharap pihak sekolah mengambil tindakan tegas untuk mencegah perundungan serupa terulang kembali.

Ia meminta guru memberikan peringatan dan pembinaan kepada pelaku agar lingkungan sekolah menjadi lebih aman bagi semua siswa.

"Kami berharap agar kasus bullying di sekolah tidak kembali terjadi dan pihak sekolah lebih sigap dalam pengawasan maupun penanganan insiden serupa," pungkasnya.

 

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved