Ketua PCNU Serang Serukan NU Kembali ke Miqat Nilai dan Adab di Tengah Polemik PBNU
Ketua PCNU Kabupaten Serang Muhammad Robi UZT mengajak NU kembali ke miqat nilai, adab, dan khidmah di tengah polemik internal PBNU.
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Serang, Muhammad Robi UZT, menyerukan agar Nahdlatul Ulama (NU) kembali kepada miqat nilai, adab, dan khidmah di tengah polemik internal yang masih berlangsung di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Seruan tersebut disampaikan Robi usai mengikuti kegiatan silaturahmi dan ngalap ilmu bersama Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim dan Gus Irfan Yusuf Hasyim, yang berlangsung sejak siang hingga sore hari, Rabu (17/12/2025).
“Kami mendapatkan banyak pelajaran penting dari para dzurriyah pendiri NU. Intinya, NU harus kembali ke miqat semula, yaitu nilai, adab, dan pengabdian. Bukan miqat ambisi,” ujar Robi kepada TribunBanten.com.
Baca juga: PWNU Banten Serukan Islah Terkait Konflik yang Terjadi di Tubuh PBNU
Robi menyampaikan, pesan tersebut disampaikan Gus Irfan Yusuf Hasyim, cucu Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, dengan penuh kesejukan dan tanpa menyudutkan pihak mana pun.
Menurutnya, pesan itu sangat relevan dengan dinamika internal NU yang tengah diuji saat ini.
“Pesannya disampaikan dengan cara yang menenangkan. Tidak menyerang siapa pun, tetapi mengajak seluruh kader untuk kembali merenung,” katanya.
Sementara itu, Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, putra KH. Abdul Halim Majalengka sekaligus pendiri PERGUNU dan Pondok Pesantren Amanatul Ummah, menekankan bahwa solusi utama di tengah krisis bukanlah adu argumentasi atau manuver organisasi.
“Yai Asep menegaskan bahwa jalan paling cepat dan paling kuat saat ini adalah munajat malam. Bukan untuk memenangkan kelompok tertentu, tetapi untuk menyelamatkan NU dari ego para pengelolanya sendiri,” tutur Robi.
Ia menilai, pendekatan spiritual tersebut mencerminkan karakter NU sebagai jam’iyyah ulama yang sejak awal berdiri mengedepankan kedalaman batin dan kekuatan doa, bukan semata strategi organisatoris.
“Ketika suasana gaduh dan semua orang ingin menang, para kiai justru mengajak kita bertanya: apakah NU masih selamat di hadapan Allah,” ujarnya.
Robi berharap, seluruh kader dan pengelola NU di berbagai tingkatan dapat mengambil hikmah dari pesan para ulama tersebut dengan memperbanyak munajat, menjaga adab, serta menempatkan kepentingan jam’iyyah di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“NU sejak lahir diselamatkan oleh doa-doa yang jujur. Itu yang perlu kita hidupkan kembali hari ini,” pungkasnya.
| Jelang Muktamar NU, Gus Salam Sowan ke Menag Nasaruddin Umar : Minta Restu Maju Calon Ketum PBNU |
|
|---|
| Lebaran Beda Hari? PCNU Serang Ajak Umat Tak Perdebatkan: Yang Penting Substansi Kemenangan |
|
|---|
| Gerhana Bulan Total Malam Ini, PCNU Serang Instruksikan Salat Khusuf dan Doa untuk Palestina-Iran |
|
|---|
| Dampak Konflik Amerika-Iran, PCNU Kabupaten Serang Instruksikan Qunut Nazilah di Setiap Salat Fardu |
|
|---|
| PCNU Nilai Gagasan Ahmad Muhibbin Hidupkan Identitas Serang yang Berakar Budaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ketua-PCNU-Kabupaten-Serang-Muhammad-Robi-UZT.jpg)