Update Banjir di Kabupaten Serang, Carenang Mulai Surut, Tanara Masih Tergenang

Meski kondisi banjir di Kecamatan Carenang dilaporkan mulai berangsur surut, genangan air masih merendam permukiman warga di Kecamatan Tanara

Tayang:
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Wawan Perdana
Dok./BPBD Banten
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten saat rapat koordinasi penanganan bencana banjir di Kabupaten Serang, Jumat (30/1/2026). Meski kondisi banjir di Kecamatan Carenang dilaporkan mulai berangsur surut, genangan air masih merendam permukiman warga di Kecamatan Tanara. 
Ringkasan Berita:
  • Kecamatan Carenang: Banjir mulai berangsur surut.
  • Kecamatan Tanara: Masih tergenang air dengan ketinggian 30–70 cm, terutama di dataran rendah dekat sungai.
  • Fokus Penanganan: Tim BPBD kini mengalihkan fokus ke Tanara untuk melakukan asesmen dampak dan kebutuhan warga yang aktivitasnya masih terganggu.

 

Laporan Jurnalis TribunBanten.com, Ahmad Haris

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten terus melakukan penanganan intensif terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Meski kondisi banjir di Kecamatan Carenang dilaporkan mulai berangsur surut, genangan air masih merendam permukiman warga di Kecamatan Tanara.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Luthfi Mujahidin, mengatakan tim BPBD saat ini mengalihkan fokus penanganan ke wilayah yang masih terdampak cukup parah, khususnya di Tanara.

“Banjir di Carenang sudah mulai surut. Saat ini kami bergeser ke Tanara karena di sana masih terdapat genangan air di sejumlah titik,” ujar Luthfi, Jumat (30/1/2025).

Ketinggian Air Masih 70 Cm

Menurut Luthfi, banjir yang melanda wilayah utara Kabupaten Serang tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan hulu dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan meluapnya sungai dan merendam permukiman warga serta lahan pertanian.

Berdasarkan pantauan BPBD di lapangan, genangan air di Tanara masih berkisar antara 30 hingga 70 sentimeter, terutama di kawasan permukiman yang berada di dataran rendah dan dekat dengan aliran sungai.

Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan memaksa sebagian warga memilih bertahan di rumah dengan keterbatasan akses.

“Untuk Tanara, tim masih melakukan asesmen dampak, termasuk jumlah rumah terdampak, kondisi warga, serta kebutuhan mendesak yang diperlukan,” kata Luthfi.

Baca juga: 33 Jembatan di Pandeglang Kondisinya Rusak Berat, Butuh Anggaran Perbaikan Rp28 Miliar

BPBD Banten bersama BPBD Kabupaten Serang, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat.

Sejumlah perahu karet disiagakan untuk membantu mobilitas petugas dan evakuasi warga apabila debit air kembali meningkat.

Imbau Warga Tetap Waspada

Selain itu, BPBD juga mulai menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak, berupa kebutuhan pokok seperti beras, makanan siap saji, air bersih, selimut, dan perlengkapan bayi. Distribusi bantuan diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

Ia menambahkan, meski kondisi di Carenang mulai membaik, BPBD tetap menempatkan personel siaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

BPBD Banten juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir untuk tetap waspada, memantau perkembangan cuaca, serta segera melapor kepada aparat setempat jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved