Sahur di Pengungsian, Warga Sukajaya Serang Bertahan di Masjid Akibat Banjir
Puluhan warga Desa Sukajaya, Kabupaten Serang, terpaksa sahur di masjid pengungsian setelah rumah mereka terendam banjir akibat hujan deras.
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Suasana sahur yang biasanya dilakukan di rumah masing-masing, kini harus dijalani puluhan warga Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, di tempat pengungsian.
Banjir yang merendam permukiman warga memaksa mereka mengungsi ke Masjid Desa Sukajaya sejak beberapa hari terakhir.
Momen sahur pun berubah menjadi suasana darurat. Warga duduk beralaskan tikar di dalam masjid, menyantap makanan seadanya yang disiapkan secara gotong royong oleh relawan dan masyarakat sekitar.
Banjir yang melanda kawasan tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan sejak Minggu (8/3/2026), sehingga menyebabkan air meluap dan merendam sejumlah rumah warga.
Baca juga: Kali Ciwaka Meluap, Ratusan Rumah di Pontang Serang Terendam Banjir
Pelaksana Jabatan Sementara (Pjs) Kepala Desa Sukajaya, Suryadi, mengatakan saat ini sebagian warga masih bertahan di pengungsian karena kondisi rumah mereka belum memungkinkan untuk ditempati.
“Sebagian warga masih mengungsi di Masjid Desa Sukajaya. Tadi malam mereka juga sahur bersama di sini karena rumahnya masih terendam banjir,” ujar Suryadi saat ditemui, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, pemerintah desa bersama warga dan relawan terus berupaya membantu kebutuhan para pengungsi, terutama selama bulan Ramadan.
“Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, termasuk makanan untuk berbuka dan sahur. Alhamdulillah sudah ada bantuan dari Dinas Sosial,” katanya.
Ia menjelaskan, banjir merendam beberapa wilayah permukiman di Desa Sukajaya dengan ketinggian air yang bervariasi.
“Untuk ketinggian air di beberapa titik masih cukup tinggi, sehingga warga memilih tetap berada di pengungsian sampai kondisi benar-benar aman,” jelasnya.
Meski berada di tengah kondisi darurat, warga tetap berusaha menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan penuh kesabaran.
Kebersamaan di pengungsian justru menjadi penguat bagi mereka untuk saling membantu.
“Warga tetap semangat menjalankan ibadah puasa. Walaupun sahur di pengungsian, mereka tetap bersyukur dan saling berbagi,” ungkap Suryadi.
Pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan banjir serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Sementara itu, warga berharap air segera surut agar mereka bisa kembali ke rumah masing-masing dan menjalani aktivitas seperti biasa selama bulan Ramadan.
| May Day 2026: Bupati Ratu Zakiyah Soroti Percaloan Tenaga Kerja, Sebut Sudah Ada yang Diproses |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Cilegon dan Serang Raya Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026: Siap-siap Diguyur Hujan |
|
|---|
| Prakiraan BMKG Cuaca Sabtu, 2 Mei 2026: Kabupaten Serang dan Sekitarnya |
|
|---|
| Prakiraan BMKG Cuaca Sabtu, 2 Mei 2026: Kabupaten Lebak dan Sekitarnya |
|
|---|
| Hujan Deras, 12 Lokasi di Tangsel Terendam Banjir, Sebagian Wilayah Mulai Surut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Puluhan-warga-Desa-Sukajaya-Kabupaten-Serang.jpg)