Air Laut di Pesisir Tirtayasa Serang Mendadak Surut, Nelayan Menjerit Tak Bisa Melaut
Air laut di pesisir Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang yang menjadi sumber penghidupan warga kini mengering.
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Fenomena tak biasa terjadi di pesisir Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Air laut yang biasanya menjadi sumber penghidupan warga, kini terpantau surut cukup jauh dari garis pantai.
Kondisi ini membuat para nelayan setempat mengalami kesulitan untuk melaut seperti hari-hari biasanya.
Pantauan di lokasi menunjukkan, perairan laut yang dangkal hingga perahu-perahu nelayan tampak terparkir jauh dari bibir pantai.
Baca juga: Posko Mudik MDMC di Ciruas Jadi Andalan Pemudik: Gratis Pijat-Cek Kesehatan
Bahkan, beberapa nelayan terpaksa menunda aktivitas melaut karena khawatir perahu mereka kandas.
Salah satu nelayan setempat, Ahmad Rizal, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir dan sangat berdampak pada penghasilannya.
"Biasanya kami bisa langsung berangkat melaut pagi-pagi, tapi sekarang airnya surut jauh sekali. Perahu tidak bisa jalan, jadi terpaksa menunggu air pasang," ujar Ahmad Rizal saat ditemui di pesisir Desa Lontar, Sabtu, (21/3/2026).
Menurutnya, situasi ini membuat waktu melaut menjadi tidak menentu. Jika biasanya nelayan bisa melaut lebih lama, kini mereka harus menyesuaikan dengan kondisi pasang surut air laut yang tidak menentu.
"Penghasilan jelas berkurang. Kadang sehari tidak bisa melaut sama sekali. Kalau sudah begini, kami hanya bisa berharap air cepat normal," tambahnya.
Tak hanya itu, biaya operasional juga ikut meningkat. Nelayan harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendorong perahu menuju perairan yang lebih dalam, bahkan ada yang harus menyewa bantuan tambahan.
Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah terkait kondisi ini.
Mereka menginginkan solusi atau bantuan sementara agar roda perekonomian tetap berjalan meski kondisi laut sedang tidak bersahabat.
Fenomena surutnya air laut ini diduga berkaitan dengan faktor alam seperti pasang surut ekstrem atau perubahan cuaca.
Meski demikian, nelayan tetap berharap kondisi segera membaik agar mereka bisa kembali melaut dengan normal.
Hingga saat ini, aktivitas nelayan di Desa Lontar masih terlihat terbatas, menunggu air laut kembali pasang.
Sementara itu, kekhawatiran terus menghantui para nelayan yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari hasil laut.
"Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, kami benar-benar kesulitan. Laut adalah satu-satunya sumber penghidupan kami," pungkasnya.
| Terpilih Jadi Ketua KONI Kabupaten Serang, Syamsul Rizal Target Tiga Besar Porprov Banten 2026 |
|
|---|
| Wabup Serang Soroti Kekerasan Seksual di Sekolah, Guru BK Diminta Aktif Lindungi Siswa |
|
|---|
| Cegah Kekerasan Seksual di Sekolah, PGRI Kabupaten Serang Gelar Pelatihan Konseling |
|
|---|
| Curanmor Bersenjata Api Gentayangan di Cikande Serang, Satu Motor Warga Berhasil Digasak |
|
|---|
| Tahun Ini, Dishub Kabupaten Serang Fokus Bangun Penerangan Jalan Umum di 36 Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Perahu-nelayan-desa-lontar-terdampar.jpg)