Anies Baswedan Angkat Bicara Soal Partai Perubahan: Tidak Ada Keterkaitan

Anies Baswedan angkat bicara soal keberadaannya di Partai Perubahan. Hal itu disampaikan juru bicaranya, Sahrin Hamid.

Editor: Abdul Rosid
WartaKota
Anies Baswedan angkat bicara soal keberadaannya di Partai Perubahan. Hal itu disampaikan juru bicaranya, Sahrin Hamid. 

TRIBUNBANTEN.COM - Anies Baswedan angkat bicara soal keberadaannya di Partai Perubahan.

Juru Biaca Anies Baswedan, Sahrin Hamid mengatakan, beberapa waktu lalu nama eks Gubernur DKI Jakarta dikaitkan dengan Partai Perubahan.

Sahrin membenarkan, kata perubahan merupakan jargon politik Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

Baca juga: Daftar Daerah di Indonesia Berpotensi Terdampak Cuaca Ekstrem, Nomor 1 Banten

Namun kata Sahrin, nama Anies Baswedan tidak ada kaitannya dengan Partai Perubahan atau Partai Perubahan Indonesia.

Namun, ditegaskan Anies melalui juru bicaranya Sahrin Hamid, eks Gubernur DKI Jakarta itu, tidak ada kaitan sama sekali dengan Partai Perubahan atau Partai Perubahan Indonesia.

"Kami sampaikan bahwa Anies Baswedan tidak terlibat dengan Partai Perubahan atau Partai Perubahan Indonesia, atau pun partai baru apapun," ucap Sahrin dalam rekaman video yang dibagikan kepada Tribunnews.com.

Anies, lanjut dia, sama sekali tidak terlibat proses pendirian hingga pelaksanaan kegiatan-kegiatan partai tersebut.

"Termasuk tidak terlibat dalam kegiatan iuran atau sumbangan dalam bentuk apapun. Demikian informasi ini disampaikan untuk diketahui seluruh khalayak," tegas Sahrin.

Saat ini Anies tak terlalu sibuk. Bahkan pernah menyebut dirinya pengangguran di hadapan mahasiswa Universitas Sophia Tokyo, Jepang, beberapa waktu lalu.

Kondisi tersebut tak membuatnya berkecil hati. Apalagi minder.

Sebab, ia memiliki skill atau kemampuan mengajar dengan latar belakang pendidikan mentereng.

Anies tercatat lulusan fakultas ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia menempuh magister International Security and Economic Policy di University of Maryland, College Park, Amerika Serikat.

Sementara gelar PhD ia peroleh di Northern Illinois University, Amerika Serikat, pada 1999, dengan disertasi tentang otonomi daerah dan pola demokrasi di Indonesia.

"Kalau ada yang mau mempekerjakan saya silakan. Kalau ada yang mau mengundang saya silakan saja, tapi saya tidak kembali mengajar ke universitas," kata Anies 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved