Pos Kesehatan Merah Putih Hadir di Kota Serang, Berikan Layanan Gratis dan Mudah Diakses Warga
Gubernur Banten, Andra Soni meresmikan Pos Kesehatan Merah Putih di Kota Serang, Banten, Minggu (15/2/2026).
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Gubernur Banten, Andra Soni meresmikan Pos Kesehatan Merah Putih di Kota Serang, Banten, Minggu (15/2/2026).
Pos Kesehatan Merah Putih itu terletak di Kawasan Taman Sari, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.
Lokasinya tidak jauh dengan Stasiun Serang dan Royal Baroe, hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 menit.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten ATi Pramudji Hastuti, Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanuddin, Kepala Dinsos Kota Serang Ibra Gholibi serta Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman.
Andra menyampaikan pos kesehatan ini dibangun sebagai bentuk dukungan terhadap program cek kesehatan gratis yang digagas oleh pemerintah pusat.
"Jadi, yang paling utama kita adalah menyasar kepada hipertensi, gula darah dan juga paru-paru dan TBC, kalau TBC temukan, obati sampai sembuh. Jadi kita temukan, kita lapor ke Puskesmas, nanti Puskesmas yang akan mendaklanjuti," ujar Andra.
Baca juga: 42.840 Penerima BPJS Kesehatan PBI di Pandeglang Dinonaktifkan, Dinsos Lakukan Pendapatan Ulang
Pos Kesehatan Merah Putih ini dibangun di lokasi-lokasi strategis, seperti dekat stasiun, pasar, dan pusat keramaian, agar masyarakat yang sulit mengakses Puskesmas tetap bisa mendapatkan layanan.
Operasional pos dilakukan oleh dokter-dokter relawan dari Kesira (Kesehatan Indonesia Raya) yang bekerja sama dengan dinas kesehatan provinsi dan kota.
"Sehingga nanti beberapa dokter akan bergilir setiap hari dan kemudian sistem pendataannya terkoneksi ke Puskesmas masing-masing," ucapnya.
Jam operasional pos kesehatan dimulai pukul 08.00 hingga 24.00 WIB, termasuk pada akhir pekan, menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Andra menjelaskan pos ini fokus pada deteksi dini dan pencegahan, bukan pengobatan.
"Fungsinya adalah mendeteksi dari dini, jadi penyakit yang paling banyak saat ini cuci darah, ginjal, gagal ginjal. Gagal ginjal ini disebabkan oleh diabetes juga disebabkan oleh hipertensi," jelas Andra.
"Maka saat kita menemukan kasus hipertensi itu langsung terkoneksi dengan Puskesmas sehingga mereka harus dilayani dengan obat. Kita ini cuma mendeteksi, bukan mengobati, yang mengobati itu nanti di rumah sakit di Puskesmas," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kesira DPD Gerindra Banten, dr. Bambang Susanto menambahkan pos kesehatan ini dibangun secara swadaya tanpa menggunakan APBD maupun APBN.
"Yang gampang dikunjungi oleh masyarakat seperti pasar, pelabuhan, stasiun MRT. Ini kan sebetulnya adalah pos kesehatan sebagai perpanjangan tangan dari Puskesmas," ucap Bambang.
| Daftar Pejabat Bakal Hadiri Rakernas APDESI 2026 di Serang, Ada Dasco, Kapolri hingga Panglima TNI |
|
|---|
| Kota Serang jadi Tuan Rumah Rakernas APDESI Merah Putih 2026, Bahas Desa Menuju Indonesia Emas |
|
|---|
| Kasus TPPU Pabrik PCC Serang, Istri Gembong Narkoba Beny Setiawan Dituntut 3 Tahun Penjara |
|
|---|
| Banyak Keluhan Pungli Masuk Kerja, Satgas Datangi PT PWI 2 dan Lung Cheong, Ini Temuannya |
|
|---|
| Perkuat Ekosistem UMKM, Kemenkum Banten Dorong Perlindungan Merek Hingga Indikasi Geografis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Pos-Kesehatan-Merah-Putih-hadir-di-kawasan-Taman-Sari.jpg)