Gipang, Camilan Tradisional Khas Banten Laris Manis Saat Ramadhan 2026
Usaha produksi gipang rumahan di Kampung Magelaran Cilik, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten mengalami peningkatan.
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Usaha produksi gipang rumahan di Kampung Magelaran Cilik, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten mengalami peningkatan selama Ramadan 2026.
Gipang adalah camilan tradisional khas Banten yang terbuat dari bahan dasar beras ketan (putih/merah) yang dikeringkan, digoreng, lalu dicampur gula dan kacang tanah.
Permintaan camilan tradisional tersebut biasanya bertambah menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pemilik usaha Gipang Cahaya Nawaf, Sam’ani, mengatakan pesanan mulai meningkat ketika memasuki pertengahan Ramadan.
Pada periode tersebut, jumlah produksi bertambah dibandingkan hari-hari biasa.
“Kalau mau Lebaran memang beda dengan hari biasa. Biasanya mulai ramai sekitar 15 hari puasa,” katanya, Minggu (8/3/2026).
Baca juga: Ramai Roti MBG Berjamur di SD Malnu Menes Pandeglang, KSPPG Bakti Mandiri : Sudah Diganti
Pada hari biasa, usaha tersebut memproduksi sekitar 25 kilogram gipang per hari.
Namun permintaan meningkat menjelang Lebaran, jumlah produksi dapat mencapai sekitar setengah kuintal atau sekitar 50 kilogram per hari.
Di tengah kenaikan harga sejumlah bahan baku, Sam’ani memilih tetap mempertahankan harga jual produknya.
Penyesuaian dilakukan pada ukuran gipang yang diproduksi agar harga tetap terjangkau.
Harga gipang saat ini dijual Rp20.000 per toples dan telah dipertahankan dalam waktu yang cukup lama.
“Sekarang satu toples Rp20.000, itu sudah lama. Walaupun bahan-bahan naik, harga tetap,” ujar Sam'ani.
Produk gipang dari usaha tersebut dipasarkan ke beberapa daerah, seperti Jakarta, Cilegon, dan Anyer.
Permintaan terbanyak berasal dari wilayah Cilegon, Banten.
Dalam kondisi ramai, jumlah pesanan yang dikirim dapat mencapai sekitar 50 lusin dalam sekali pengiriman.
Sementara ketika permintaan menurun, pesanan biasanya berkisar sekitar lima lusin.
Baca juga: Kades di Lebak Ngamuk, Oknum PNS Dinsos Diduga Pungli Pembuatan SKTM Keperluan Melahirkan Rp400 Ribu
Proses produksi gipang dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu sekitar dua hari hingga siap dipasarkan.
Tahapan dimulai dari memasak bahan, mencetak adonan, hingga proses pemotongan sebelum akhirnya dikemas ke dalam toples.
Sam’ani telah menjalankan usaha produksi gipang tersebut selama sekitar tiga tahun.
Salah satu pekerja bagian produksi, Anis Fu’ad, mengatakan dalam sehari mereka dapat menghasilkan sekitar 25 papan gipang.
“Sehari biasanya bisa sekitar 25 papan,” kata Anis.
Setelah adonan mengeras, gipang dipotong dan disusun sebelum dimasukkan ke dalam kemasan.
Produk tersebut dapat bertahan hingga tiga sampai empat bulan apabila disimpan di tempat yang sejuk. Penyimpanan di dalam kulkas juga dinilai aman untuk menjaga kualitasnya.
| Bacaan Doa Akhir Ramadan 2026, Berikut Keutamaan-keutamaannya |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Terakhir Ramadhan Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Jumat 20 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Terakhir Ramadhan Kabupaten Tangerang Hari Ini, Jumat 20 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Terakhir Ramadhan Kota Tangerang Hari Ini, Jumat 20 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Ramadhan Terakhir Lebak-Pandeglang Hari Ini, Jumat 20 Maret 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/gipang-cemilan-kota-serang.jpg)