TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang meminta masyarakat untuk memberikan jawaban yang jujur saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Kejujuran masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat dan menggambarkan kondisi riil perekonomian daerah.
Hal tersebut disampaikan usai rombongan BPS Kota Serang melakukan audiensi dengan Wali Kota Serang, Budi Rustandi di ruang kerjanya.
Kepala BPS Kota Serang, Tri Cahyo Purnamo mengatakan Sensus Ekonomi 2026 bertujuan mendata seluruh aktivitas ekonomi yang ada di Kota Serang, mulai dari sektor pertanian, industri, konstruksi, perdagangan hingga jasa.
Pendataan juga akan menjangkau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk usaha berbasis digital yang selama ini belum sepenuhnya tercatat dalam data statistik.
"Tujuannya ingin mendapatkan data seluruh kegiatan ekonomi yang ada di Kota Serang dari mulai sektor pertanian, pertanian perkembangan, industri, konstruksi, perdagangan, sampai jasa-jasa," kata Cahyo di Kantor Walo Kota Serang, Selasa (2/6/2026).
Baca juga: Warga Relokasi Dominasi Penghuni Rusunawa Margaluyu Kota Serang
Menurutnya, perkembangan ekonomi digital membuat banyak aktivitas usaha tidak lagi terlihat secara fisik.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam proses pendataan karena banyak pelaku usaha menjalankan bisnis dari rumah atau melalui platform online.
"Karena kan enggak kelihatan tuh usahanya, kita enggak tahu di rumah itu ada usaha apa, tapi sebenarnya ada peredaran uang di situ, entah YouTuber, entah mungkin toko online, mungkin juga konten kreator," ujarnya.
Karena itu, BPS berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang benar dan terbuka kepada petugas sensus yang akan melakukan pendataan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
BPS Kota Serang menyiapkan 529 petugas yang akan disebar di enam kecamatan dan 67 kelurahan.
Tri menjelaskan semakin lengkap data yang diperoleh, maka gambaran perekonomian Kota Serang akan semakin akurat dan mutakhir.
Hasil sensus tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi.
"Ya, insya Allah nanti setelah ini selesai dan kita sampaikan hasilnya ke Pak Wali, nanti data perekonomian Kota Serang akan semakin valid, semakin terkini seperti itu," ucap Cahyo.
Cahyo menambahkan banyak usaha digital yang selama ini belum terdata berpotensi memberikan kontribusi terhadap nilai perekonomian daerah apabila berhasil teridentifikasi dalam Sensus Ekonomi 2026.
"Jadi banyak sekali yang online yang belum kita sama-sama itu belum kita cover. Nanti kalau sudah kita cover itu insya Allah bisa menambah produk domestik regional Kota Serang," pungkasnya.