Logam Mulia Terkoreksi Tajam: Emas, Perak, dan Tembaga Kompak Turun

Harga logam mulia dunia terkoreksi tajam setelah sebelumnya mencetak rekor. Emas turun 4,7%, perak anjlok 11%, dan tembaga ikut melemah.

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
TribunJabar.id/Gani Kurniawan
Ilustrasi transaksi jual beli emas - Harga logam mulia dunia mengalami koreksi tajam pada perdagangan Jumat setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang pekan ini.  

TRIBUNBANTEN.COM - Harga logam mulia dunia mengalami koreksi tajam pada perdagangan Jumat setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang pekan ini. 

Emas, perak, dan tembaga kompak melemah seiring aksi ambil untung investor serta penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Tekanan di pasar muncul ketika pelaku pasar mulai mengamankan keuntungan setelah reli harga yang sangat tinggi sejak awal tahun. 

Selain itu, harapan pemangkasan suku bunga AS secara agresif mulai memudar, membuat dolar AS menguat dan menekan harga komoditas berbasis dolar.

Tata Cara Pendaftaran Antrean Online Pembelian di Butik Emas LM Antam

Sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menunjuk mantan Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed. 

Pasar menilai Warsh sebagai sosok yang cenderung berhati-hati dan tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga.

Penguatan dolar membuat harga logam menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga berpotensi menekan permintaan global. 

Kondisi ini diperparah oleh aksi dana investasi berbasis model perdagangan numerik yang memanfaatkan momentum koreksi.

Sejak awal Januari, harga emas sebenarnya telah melonjak sekitar 17 persen, sedangkan perak bahkan naik hingga 39 % . 

Namun reli tajam tersebut dinilai terlalu spekulatif, sehingga koreksi dianggap sebagai fase penyesuaian yang wajar.

Pada perdagangan terakhir, harga emas tercatat turun 4,7 % ke level 5.143,40 dolar AS per ons. Perak mengalami penurunan lebih dalam, yakni anjlok 11 % ke 103,40 dolar AS per ons. 

Padahal sehari sebelumnya, keduanya sempat mencetak rekor tertinggi masing-masing di 5.594,80 dolar AS dan 121,60 dolar AS per ons.

Koreksi juga terjadi pada logam industri. Harga tembaga melemah 1,1 % ke posisi 13.465 dolar AS per ton, setelah sehari sebelumnya menyentuh rekor sepanjang masa di 14.527,50 dolar AS per ton. 

Meski turun, harga tembaga masih mencatat kenaikan sekitar 6 % sepanjang Januari, melanjutkan lonjakan 11 % pada Desember lalu.

Analis menilai pasar logam saat ini memasuki fase volatil setelah kenaikan tajam dipicu likuiditas tipis dan kekhawatiran investor tertinggal momentum (FOMO). 

Dengan arus dana yang terus masuk ke pasar komoditas yang relatif kecil, pergerakan harga logam diperkirakan tetap tinggi dan fluktuatif dalam waktu dekat.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved