Dalam Sehari Sumur Banten Dua Kali Diguncang Gempa Bumi, Terbesar Magnitudo 3.8
Wilayah Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, diguncang dua kali gempa bumi dalam satu hari pada Jumat (27/3/2026).
TRIBUNBANTEN.COM - Wilayah Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, diguncang dua kali gempa bumi dalam satu hari pada Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi pada pukul 09.34 WIB dengan magnitudo 2,4.
Pusat gempa berada di koordinat 6,62 Lintang Selatan dan 105,12 Bujur Timur, atau sekitar 50 kilometer barat Sumur, Banten, dengan kedalaman 5 kilometer.
Selang beberapa jam kemudian, gempa kedua dengan kekuatan lebih besar terjadi pada pukul 13.28 WIB dengan magnitudo 3,8.
Baca juga: Cuaca Banten Besok, Sabtu 28 Maret 2026: Ini Daftar Wilayah Berpotensi Hujan
Gempa tersebut berlokasi di koordinat 6,97 Lintang Selatan dan 105,47 Bujur Timur, atau sekitar 36 kilometer selatan Sumur, Banten, dengan kedalaman 22 kilometer.
BMKG menyampaikan bahwa informasi gempa ini mengutamakan kecepatan, sehingga data yang disajikan masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan pembaruan informasi.
Hingga saat ini, belum ada laporan terkait dampak kerusakan maupun korban akibat dua gempa tersebut.
Berikut adalah informasi MMI dan dampak yang dapat dipelajari berdasarkan skala MMI dari laman BMKG.
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran atau guncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal.
Pipa-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Doa yang Dianjurkan Saat Terjadi Gempa
Dalam situasi gempa bumi, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW saat menghadapi bencana alam, termasuk gempa bumi, adalah sebagai berikut:
Teks doa (Latin):
Allahumma inni as’aluka khairahaa, wa khaira maa fiihaa, wa khaira maa arsalta bih. Wa a‘udzubika min syarrihaa, wa syarri maa fiihaa, wa syarri maa arsalta bih.
Terjemahan:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, kebaikan atas apa yang ada di dalamnya, serta kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan bersamanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, keburukan yang terkandung di dalamnya, dan keburukan atas apa yang Engkau kirimkan.”
Doa tersebut tidak hanya dianjurkan saat gempa bumi, tetapi juga ketika menghadapi bencana alam lainnya seperti angin topan, banjir, maupun longsor.
Untuk mengetahui informasi gempa terkini, masyarakat dapat memantau melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web maupun media sosial.
| BMKG Catat Gempa 2,0 Magnitudo di Sumur Banten, Ini Lokasi dan Kedalamannya |
|
|---|
| Data BMKG: Lebak dan Pandeglang Diguncang Gempa Bumi Hari Ini |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kamis, 23 April 2026: Kabupaten Pandeglang dan Sekitarnya |
|
|---|
| Warga Pandeglang Meninggal di Kapal Ocean Galaxy saat Lintasi Laut Mamuju, Diduga Serangan Jantung |
|
|---|
| SDN Cimanggu 3 Pandeglang Rusak Parah, DPRD Soroti Kinerja Disdik dan Minta Evaluasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Gempa-bumi-dengan-magnitudo-38-mengguncang-wilayah-Sumur-Kabu.jpg)