Refleksi Hari Guru, Wakil Sekretaris PERGUNU Pusat Ingatkan Peran Penting Guru Madrasah

Kementerian Agama mencatat lebih dari 900 ribu guru dan tenaga kependidikan madrasah aktif mengajar di seluruh Indonesia. Hari Guru Nasional 2025

Tayang:
Tribunnews.com/Dok. Pribadi
Wakil Sekretaris Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) H. Wasit Aulawi. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Peringatan Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November.

Pada peringatan Hari Guru Nasional tahun ini, kondisi guru madrasah kembali menjadi sorotan.

Di tengah peran besar sebagai penjaga moral generasi muda, ribuan guru madrasah di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Serang masih menghadapi keterbatasan fasilitas, kesejahteraan, serta ketimpangan sertifikasi profesi.

Kementerian Agama mencatat lebih dari 900 ribu guru dan tenaga kependidikan madrasah aktif mengajar di seluruh Indonesia.

Baca juga: Hari Guru Nasional 2025, Muhibin: Fraksi Gerindra DPRD Serang Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Wakil Sekretaris Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), Wasit Aulawi mengatakan, sebagian besar tenaga pendidik masih berstatus non-ASN, sementara 484.678 guru belum mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai syarat sertifikasi dan tunjangan profesi.

Dikatakan Wasit, banyak guru mengajar di ruang kelas sederhana dengan fasilitas minim. Meski demikian, mereka tetap menjalankan fungsi ganda sebagai pendidik akademik sekaligus pembimbing moral dan spiritual peserta didik.

"Guru madrasah bekerja dengan dedikasi tinggi, bukan karena fasilitas, tetapi karena komitmen terhadap ilmu dan masa depan generasi," ujar Wasit kepada TribunBanten.com, Selasa, (25/11/2025).

Wasit menuturkan, dalam dua tahun terakhir, pemerintah meningkatkan program profesionalisasi guru.

Data Kemenag menunjukkan jumlah peserta PPG guru madrasah melonjak drastis dari 12.001 peserta pada 2023 menjadi 95.257 peserta pada 2025, atau naik 794 persen.

Pada PPG Angkatan 3 Tahun 2025, tercatat 101.786 guru madrasah dan pendidikan agama dinyatakan lulus. Mereka berhak mendapatkan Nomor Registrasi Guru (NRG), syarat pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Baca juga: Contoh Naskah Doa Hari Guru 2025 Penuh Khidmat dan Menyentuh Hati, Cocok Digunakan saat Upacara

Wasit menilai lonjakan ini menandai perbaikan kualitas tenaga pendidik meski beban penyelesaian sertifikasi masih besar.

"Pemerataan fasilitas, distribusi guru, dan peningkatan kesejahteraan menjadi PR nasional yang belum terselesaikan," tegas Wasit.

Kemudian, lanjut Wasit, pihaknya juga menekankan peran moral guru madrasah di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, guru madrasah memiliki posisi strategis sebagai pewaris tradisi keilmuan dan penjaga nilai moderasi beragama.

Melalui pesantren dan madrasah yang dikelola, Wasit menilai guru bukan sekadar penyampai materi pelajaran, tetapi teladan moral dan sosial.

"Guru madrasah menjadi benteng penting dalam menjaga tradisi toleransi, nasionalisme, dan karakter keagamaan yang moderat,” ucap Wasit.

Di tengah maraknya kasus perundungan, paparan konten digital negatif, dan perubahan sosial cepat, Wasit menilai peran guru madrasah semakin relevan.

Mereka diharapkan mampu membangun literasi digital dan karakter, sekaligus membimbing peserta didik menghadapi era teknologi tanpa kehilangan nilai keagamaan.

"Para pakar pendidikan menilai beban moral guru madrasah jauh lebih berat dibanding pendidik umum, karena mereka bertanggung jawab menjaga integritas, adab, dan spiritualitas peserta didik," ujarnya.

Oleh karenanya, kata Wasit, perlu adanya dukungan pemerintah berupa penuntasan sertifikasi, peningkatan pelatihan, hingga penyetaraan kesejahteraan guru ASN dan non-ASN.

"Guru madrasah telah memberi banyak kepada bangsa. Kini negara harus hadir memberi penghargaan yang layak,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved