Kunci Jawaban
Contoh Soal TKA SMA Bahasa Indonesia, Evaluasi dalam Teks Ulasan Cetak dan Ulasan Digital
7. Manakah kalimat yang menyatakan evaluasi dalam teks ulasan cetak dan ulasan digital tersebut?
Penulis: Vega Dhini | Editor: Vega Dhini
TRIBUNBANTEN.COM - Simak contoh soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat mata pelajaran pilihan Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut, soal Kompetensi Pemahaman Tekstual, Sub Kompetensi mengidentifikasi informasi dalam teks akademik.
TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut juga difokuskan pada keterampilan membaca.
Keterampilan membaca yang diukur dalam TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut mencakup aspek mengidentifikasi informasi tersurat dalam teks, hingga menanggapi isi teks, mengidentifikasi diri dengan tokoh atau kejadian, dan menanggapi bahasa penulis dalam teks.
Simak contoh soal TKA jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat mata pelajaran pilihan Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut berikut ini.
Contoh Soal Latihan TKA SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut
Teks Digital: Ulasan Pengunjung: Eksplorasi Budaya di Kampung Adat Ciptagelar
4.8/5 dari 87 ulasan
Rini Kartika
Kunjungan: Agustus 2024
Pengalaman saya di Kampung Adat Ciptagelar sungguh luar biasa. Udara sejuk dan pemandangan hutan di kaki Gunung Halimun sangat menenangkan. Penduduknya sangat ramah dan terbuka terhadap tamu, tetapi tetap menjaga adat dan tata krama mereka. Saya merasa seperti kembali ke masa lalu, hidup dalam harmoni dengan alam. Sistem pertanian mereka yang masih tradisional sangat menarik untuk dipelajari. Tempat ini cocok untuk siapa pun yang ingin rehat dari hiruk-pikuk kota dan belajar budaya lokal.
Arif Nugroho
Kunjungan: Juli 2023
Saya sangat mengapresiasi bagaimana masyarakat Ciptagelar menjaga nilai-nilai adat mereka. Tidak ada listrik atau televisi di rumah-rumah penduduk, tapi justru itu yang membuat suasananya begitu tenang dan damai. Namun, saya merasa beberapa informasi tentang aturan kunjungan dan transportasi masih kurang tersedia secara daring. Semoga ke depan bisa dibuat panduan digital agar lebih mudah bagi wisatawan.
Linda Mariana
Kunjungan: Mei 2023
Kampung ini sungguh unik! Saya mengikuti tur budaya singkat dan berbincang dengan salah satu sesepuh adat. Beliau menjelaskan filosofi hidup mereka yang sangat dalam dan menyentuh hati. Foto-foto yang saya ambil tidak bisa menggambarkan sepenuhnya keindahan dan kedalaman makna yang saya rasakan. Tempat ini lebih dari sekadar wisata, ini adalah pengalaman spiritual dan edukatif.
Bagas Permana
Kunjungan: Desember 2022
Saya menyukai artikel dan informasi yang saya baca sebelum ke sana, tetapi saat sampai, saya merasa ada sedikit perbedaan. Penulis artikel bilang “semua orang pasti jatuh cinta pada Ciptagelar”, tapi menurut saya itu terlalu berlebihan. Tempat ini memang menarik, tapi mungkin tidak semua orang nyaman dengan keterbatasan teknologi dan fasilitas. Namun, tetap patut dikunjungi jika ingin mengenal budaya Sunda secara mendalam.
Melati Dewi
Kunjungan: Oktober 2023
Sangat merekomendasikan! Saya ke sana bersama komunitas pecinta budaya, dan kami benar-benar menikmati tiap detik. Bahkan saat tidak ada sinyal ponsel, kami bisa fokus sepenuhnya pada pengalaman. Saya senang karena penduduk memberi edukasi tentang larangan dan ritual adat secara terbuka. Jangan lupa datang saat ada upacara adat, karena itu momen paling berkesan!
Teks Cetak: Eksplorasi Budaya yang Otentik di Kampung Adat Ciptagelar
Kampung Adat Ciptagelar, yang terletak di kawasan Gunung Halimun, Sukabumi, Jawa Barat, menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang menyuguhkan pengalaman autentik dan reflektif bagi para pengunjung. Berada di ketinggian dengan udara yang sejuk serta lanskap hutan yang asri, kampung ini menawarkan kehidupan masyarakat adat Sunda yang masih memegang teguh nilai-nilai dan tata cara warisan leluhur.
Dalam ulasan dari berbagai pengunjung, kesan yang muncul begitu kuat adalah ketenangan dan kedalaman spiritual yang dirasakan selama berada di kampung tersebut. Rini Kartika, salah satu pengunjung, menggambarkan pengalamannya seperti “kembali ke masa lalu dan hidup dalam harmoni dengan alam.” Ia menyoroti keramahan warga serta sistem pertanian tradisional yang masih dijalankan tanpa bantuan teknologi modern. Suasana yang jauh dari kebisingan kota ini dianggap cocok bagi siapa pun yang ingin beristirahat sekaligus belajar dari kearifan lokal.
Hal serupa disampaikan oleh Arif Nugroho, yang mengapresiasi bagaimana masyarakat Ciptagelar menolak penggunaan listrik dan televisi sebagai bagian dari pelestarian adat. Namun, ia juga mencatat perlunya peningkatan informasi daring terkait aturan kunjungan agar wisatawan baru lebih siap dan nyaman. Kritik ini menjadi masukan berharga bagi pengelola wisata berbasis komunitas.
Salah satu keunikan Ciptagelar terletak pada filosofi hidup warganya, sebagaimana diungkapkan oleh Linda Mariana. Ia mengikuti tur budaya yang dipandu oleh sesepuh adat, dan merasakan kedalaman nilai-nilai spiritual yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Dalam ulasannya, ia menegaskan bahwa tempat ini bukan sekadar destinasi, tetapi ruang untuk menyelami makna hidup yang sederhana namun bermakna.
Meski mendapat pujian, tidak semua pengunjung sepenuhnya setuju dengan pandangan idealis tentang kampung ini. Bagas Permana, misalnya, menyampaikan bahwa kenyataan di lapangan tidak selalu sesuai dengan ekspektasi yang dibangun dari artikel promosi. Menurutnya, tidak semua orang akan nyaman dengan keterbatasan fasilitas dan teknologi. Namun ia tetap menyatakan bahwa Ciptagelar layak dikunjungi bagi siapa pun yang ingin mengenal budaya Sunda lebih dalam.
Rekomendasi datang dari Melati Dewi, yang menekankan pentingnya datang saat upacara adat seperti Seren Taun berlangsung. Ia dan komunitasnya merasa sangat dihargai sebagai tamu, dan menyatakan bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat adat memberikan kesan yang sulit dilupakan.
Secara keseluruhan, Kampung Adat Ciptagelar tidak hanya menghadirkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga membuka ruang refleksi bagi siapa pun yang mengunjunginya. Ulasan-ulasan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan desa ini bukan pada fasilitas wisata modern, melainkan pada kesederhanaan hidup yang penuh makna. Bagi pecinta budaya dan pelancong yang mencari kedalaman, Ciptagelar adalah destinasi yang layak untuk dijelajahi.
7. Manakah kalimat yang menyatakan evaluasi dalam teks ulasan cetak dan ulasan digital tersebut?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
A. Saya merasa seperti kembali ke masa lalu, hidup dalam harmoni dengan alam
B. Artikel ini menyajikan informasi lengkap tentang rute menuju Kampung Ciptagelar
C.Menurut saya, pernyataan ‘semua orang pasti jatuh cinta’ terlalu menggeneralisasi
D. Tokoh adat menjelaskan larangan penggunaan listrik di rumah-rumah warga
E. Kekuatan desa ini bukan pada fasilitas wisata modern, melainkan pada kesederhanaan hidup yang penuh makna
Kunci jawaban: A, C, dan E
Baca juga: Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia, Suasana Hati yang Muncul Setelah Membaca Bait Puisi Tersebut
Sumber: Kerangka Asesmen Tes Kemampuan Akademik Jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat, Pusat Asesmen Pendidikan
(*)
| Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 4 SD Tentukan Profesi yang Meneladani Asmaulhusna Al-Quddus |
|
|---|
| Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 4 SD Perilaku Terpuji yang Mencerminkan Teladan Asmaulhusna |
|
|---|
| Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 4 SD, Isilah Kolom Kanan dengan Asmaulhusna yang Sesuai |
|
|---|
| Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 4 SD Halaman 33, Teladan Mulia Asmaulhusna |
|
|---|
| Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 4 SD, Pahamilah Makna dari Bagian Ayat QS Al-Hujurat/49:13 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/anak-sma-di-serang.jpg)