Kapan Lebaran Idul Fitri 1447 H 2026? Ini Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Apabila hilal terlihat dan memenuhi kriteria MABIMS, maka 1 Syawal ditetapkan pada hari berikutnya.

Editor: Vega Dhini
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas mengamati matahari terbenam menggunakan teleskop saat melakukan pemantauan hilal di Masjid Al-Musari'in, Kembangan Utara, Jakarta, Minggu (10/3/2024). Kementerian Agama akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada hari ini Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 Hijriah. 

TRIBUNBANTEN.COM - Umat muslim telah memasuki penghujung bulan Ramadan 2026.

Lantas, Lebaran 2026 jatuh pada tanggal berapa?

Lebaran 2026 di Indonesia memiliki potensi tidak dirayakan secara serentak.

Itu karena adanya perbedaan metode penentuan awal Syawal antara pemerintah dan organisasi masyarakat Islam.

Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan ini merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Sementara itu, pemerintah belum menetapkan kepastian 1 Syawal 1447 Hijriah.

Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah oleh pemerintah baru akan dilakukan setelah sidang isbat digelar.

Sidang Isbat merupakan agenda rutin pemerintah untuk menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk awal bulan Ramadan dan Syawal.

Dikutip dari website resmi Kementerian Agama, sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah akan digelar pada hari ini Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 Hijriah.

Sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah ini akan melibatkan berbagai unsur, termasuk pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya.

Dalam sidang tersebut, penentuan 1 Syawal dilakukan melalui metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit).

Apabila hilal terlihat dan memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), maka 1 Syawal ditetapkan pada hari berikutnya atau pada Jumat, 20 Maret 2026.

Namun jika tidak terlihat, maka Ramadan digenapkan menjadi 30 hari dan kemungkinan akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Baca juga: Doa Hari ke-29 Ramadan 1447 H Kamis 19 Maret 2026: Sucikanlah Hatiku dari Benih-benih Fitnah

(*)

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved