Hari Batik Nasional

Sejarah Hari Batik Nasional yang Diperingati 2 Oktober Tiap Tahunnya

Berikut ini sejarah singkat Hari Batik Nasional yang diperingati tiap 2 Oktober

Editor: Renald
Istimewa
ILUSTRASI - Berikut ini sejarah singkat Hari Batik Nasional yang diperingati tiap 2 Oktober 

TRIBUNBANTEN.COM - Berikut ini sejarah singkat Hari Batik Nasional yang diperingati tiap 2 Oktober.

Hari Batik Nasional ditetapkan pada tanggal 2 Oktober karena pada tanggal tersebut, batik ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO.

UNESCO menetapkan pada tanggal 2 Oktober 2009 silam.

Baca juga: Suami & Ayah Korban Kasus Subang Bantah Fitnah hingga Berani Bersumpah: Pelakunya Harus Terungkap

Baca juga: 6 Daftar Bansos Ini Diperpanjang Hingga 2022, Ada Sembako Hingga Subsidi Listrik, Ini Cara Daftarnya

Seorang pekerja sedang mencanting di sebuah kain di Sanggar Batik Krakatoa, di Jalan Teuku Cik Ditiro, Lingkar Kadipaten RT 06/02, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (20/2/2021). Batik Krakatao menjadi satu-satunya batik khas Cilegon dan dikelola oleh istri Wali Kota Terpilih Cilegon Helldy Agustian, Hany Seviatry. 
Seorang pekerja sedang mencanting di sebuah kain di Sanggar Batik Krakatoa, di Jalan Teuku Cik Ditiro, Lingkar Kadipaten RT 06/02, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (20/2/2021). Batik Krakatao menjadi satu-satunya batik khas Cilegon dan dikelola oleh istri Wali Kota Terpilih Cilegon Helldy Agustian, Hany Seviatry.  (TribunBanten.com/Khairul Ma'arif)

Sejarah Batik di Indonesia

Dikutip dari National Geographic Indonesia, batik merupakan hasil kerajinan dengan nilai seni tinggi yang menjadi bagian dari budaya Indonesia sejak lama, terutama di Jawa.

Pada zaman dulu, wanita Jawa membuat keterampilan batik sebagai mata pencaharian.

Batik pada masa lalu dianggap sebagai karya eksklusif wanita, hingga ditemukannya 'Batik Cap' yang memungkinkan pria dapat ikut membuat batik.

Secara etimologis, kata batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu "amba" yang berarti "menulis" dan "tik" yang berarti "titik".

Kata ini kemudian berkembang menjadi istilah "batik".

Istilah tersebut menggambarkan cara membuat titik dengan lilin yang menetes pada kain.

Batik juga dikaitkan dengan teknik atau proses dari awal pembuatan motif hingga warna yang akan dicelupkan.

Satu dari beberapa ciri khas batik yakni cara menggambar motif pada kain yang menggunakan alat khusus yang disebut canting.

Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto yang saat itu mengenakan batik di Konferensi PBB yang membuat batik semakin kenal.

Perkembangan sejarah batik di Indonesia dimulai pada zaman kuno.

Kala itu, teknik mewarnai kain dengan menggunakan lilin merupakan salah satu bentuk seni kuno.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved