Virus Corona

Wabah Corona Diprediksi Sampai Akhir Mei-Juni 2020, Mudik Lebaran Bisa Dilarang

Wabah Corona atau Covid-19 di Indonesia, diprediski baru akan berakhir di penghujung Mei atau Juni 2020.Mudik Lebaran Terancam Ditiadakan / dilarang.

Tayang:
Editor: Yulis Banten
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona | Covid-19- Jumlah pasien positif dan meninggal karena Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Virus corona jenis baru ini menyerang saluran pernapasan. 

Staf Khusus Menteri Perhubungan, Adita Irawati menyampaikan, saat ini pemerintah tengah membahas terkait larangan mudik lebaran 2020.

Hal tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona, dan adanya status darurat corona hingga 29 Mei 2020.

Ia menyebut, Kemenhub bersama kementerian dan lembaga terkait tengah membahas opsi pelarangan mudik Lebaran tersebut.

"Tadi didiskusikan apakah mudik akan dilakukan seperti biasa atau ada peninjauan ulang, atau bahkan ekstremnya dilarang."

"Tapi ini belum diputuskan," ujarnya dalam video conference, Jumat (20/3/2020), dikutip dari Kompas.com.

Lewat Akun Instagram, Wakil Wali Kota Bandung Pastikan Positif Corona

Mudik yang identik dengan berkumpul bersama saudara dan masyarakat, dikhawatirkan akan memercepat penyebaran virus.

"Mudik itu sendiri kita tahu, pengumpulan massa dihindari."

"Bicara mudik sudah terbayang seperti apa akan terjadi perkumpulan masyarakat," katanya.

Lalu, mengenai penggunaan transportasi umum atau pribadi untuk mudik, pihaknya juga tengah membahasnya.

"Bagaimana mudik gratis? Ini juga sedang dibahas apakah akan dilarang, ditiadakan, atau dibatasi," imbuh Adita.

Staf Khusus Menteri Perhubungan bidang Komunikasi, Adita Irawati, di Gedung Kemenhub, Jakarta, Kamis (12/3/2020).
Staf Khusus Menteri Perhubungan bidang Komunikasi, Adita Irawati, di Gedung Kemenhub, Jakarta, Kamis (12/3/2020). (Tribunnews.com/Hari Darmawan)

Sementara itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo juga meminta masyarakat untuk mempertimbangkan adanya mudik Lebaran 2020 ini.

Ia berharap, masyarakat bisa mengganti dengan menjalin silaturahmi jarak jauh dengan menggunakan alat komunikasi.

Hal tersebut dimaksudkan untuk menghentikan mata rantai penyebaran virus corona.

"Mengimbau agar masyarakat dapat mempertimbangkan kembali rencana mudik lebaran tahun 2020 dengan melakukan silaturahmi dan komunikasi jarak jauh untuk sementara waktu, demi meminimalisasi penularan virus corona," kata Bambang, dikutip dari Kompas.com, Jumat (20/3/2020).

Update Corona, Studi: Gejala Baru Virus Corona, Mendadak Pasien Tak Bisa Mencium Bau

Namun, jika memang diharuskan mudik, masyarakat diminta untuk mengecek kesehatannya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved