Breaking News:

Cerita Pengemudi Ojek Pangkalan di Terminal Pakupatan Kota Serang

Masyarakat berbondong-bondong ke pasar atau pulang kampung dari tempat kerja mereka di luar Kota Serang.

Tribuners/Martin Ronaldo
Pengemudi ojek pangkalan sedang menunggu penumpang. 

TRIBUNBANTEN.COM - “Untuk sekarang ini paling bisa bawa pulang ke rumah Rp 20 ribu per hari,” ujar Nurohman, pengemudi ojek pangkalan (opang) di Terminal Pakupatan, Kota Serang, Senin (1/6/2020).

Pendapatan Nurohman menurun drastis saat pandemi Covid-19 ini.

Biasanya, dia bisa bawa pulang uang antara Rp 100 ribu sampai Rp 120 ribu per hari.

Menurut Nurohman, pendapatannya menurun drastis ketika pemerintah menerapkan aturan pembatasan demi mencegah penyebaran virus corona.

Pembatasan itu pun berdampak karena orang tidak bepergian.

"Sekarang kita bawa Rp 20 ribu aja udah alhamdulillah. Tapi balik lagi, Rp 20 ribu untuk menghidupkan istri dan dua anak sangat berat mas," ucapnya.

Maman, pengemudi opang yang lain, mengatakan hal yang sama.

Biasanya, menjelang Hari Raya Idulfitri, tukang ojek juga bisa mendapat pemasukan yang lebih melimpah dibandingkan hari biasa.

Masyarakat berbondong-bondong ke pasar atau pulang kampung dari tempat kerja mereka di luar Kota Serang.

"Biasanya menjelang Lebaran, kita bisa dapat sampai Rp 300 ribu," katanya.

Karena sepinya penumpang, sebagian besar pengemudi ojek terpaksa menghabiskan waktu dengan mengobrol sambil duduk-duduk di pangkalan.

"Kami pagi ini hanya baru mendapatkan dua penumpang dengan penghasilan Rp 20 ribu. Jadi biasanya kalo udah kayak gini kita kebanyakan ngobrol sama temen opang lainnya," ujar Maman. (tribuners/martin ronaldo)

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved