Hasil Uji Lab Air Sungai di Pakupatan Serang yang Diduga Tercemar Limbah, Terdeteksi Anomali Kritis
Hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang mengungkap adanya pelanggaran baku mutu air di aliran sungai kawasan Perumahan KSB
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang mengungkap adanya pelanggaran baku mutu air di aliran sungai kawasan Perumahan KSB dan Terminal Pakupatan, Kota Serang, Banten, yang diduga tercemar limbah.
Temuan tersebut diperoleh setelah tim DLH melakukan pengambilan sampel air permukaan pada 4 Mei 2026.
Berdasarkan hasil analisis laboratorium, parameter Amonia (NH3-N) dan logam Besi (Fe) ditemukan melebihi ambang batas baku mutu sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kota Serang, Cece Saputra mengatakan temuan tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan sekitar.
“Saya harus sampaikan secara terbuka bahwa berdasarkan hasil uji laboratorium, terdeteksi anomali kritis berupa pelanggaran baku mutu. Kadar Amonia dan logam Besi (Fe) di kedua lokasi tersebut terbukti melampaui ambang batas standar tetapi tidak terlalu signifikan,” katanya, Senin (18/5/2026).
Anomali kritis adalah titik data, peristiwa, atau pola yang menyimpang jauh dari standar normal dan menjadi indikator awal dari masalah serius.
Menurut Cece, tingginya kadar amonia diduga berasal dari limbah domestik rumah tangga, kebocoran tangki septik, hingga aktivitas sanitasi publik.
Sementara cemaran logam besi berkaitan dengan aktivitas terminal dan industri kecil di sekitar lokasi.
“Tingginya amonia ini diduga kuat berasal dari limbah domestik rumah tangga, kebocoran tangki septik, dan aktivitas sanitasi publik. Sementara cemaran besi berkorelasi dengan aktivitas terminal dan industri kecil,” lanjutnya.
Amoniaadalah senyawa kimia yang terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Senyawa ini berupa gas tak berwarna namun memiliki bau yang sangat tajam dan menyengat.
Baca juga: Kandungan Amonia Diduga Picu Bau Tak Sedap di Sungai Terminal Pakupatan
Meski hasil uji menunjukkan adanya pencemaran, DLH Kota Serang masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber utama pencemaran tersebut.
Sebab, pihak laboratorium sejauh ini baru melakukan pengujian terhadap sampel air yang diduga tercemar.
Selain melakukan pengawasan lanjutan, DLH juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak menggunakan air permukaan di sekitar lokasi terdampak untuk kebutuhan Mandi, Cuci, dan Kakus
(MCK).
”Oleh karena itu, saya mengimbau kepada masyarakat di sekitar lokasi untuk sementara agar tidak menggunakan air sungai/irigasi atau saluran terbuka tersebut untuk Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK),” pungkasnya.
DLH Kota Serang juga akan meningkatkan inspeksi lapangan guna melacak titik sumber pembuangan limbah serta menindak pihak yang terbukti melanggar aturan pengelolaan lingkungan.
| Jadwal Pemeliharaan Listrik di Serang Hari Ini, Selasa 19 Mei 2026 : Cek Lokasi Terdampak |
|
|---|
| Rupiah Melemah, Harga Barang Elektronik HP dan Laptop di Kota Serang Ikut Naik |
|
|---|
| Razia Pekat di Cikande Serang, Polisi Sita Miras dari Depot Herbal hingga Penjual Keliling |
|
|---|
| Dinkes Serang Tingkatkan Pelayanan Pembinaan dan Pemetaan Sarpras Alkes Puskesmas, Pustu, dan Labkes |
|
|---|
| Sastrawan Asal Serang-Banten, Gol A Gong Kembali Jadi Duta Baca Indonesia hingga Akhir 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Petugas-UPTD-laboratorium-lingkungan-DLH-Kota-Serang.jpg)