Data Pasien Covid-19 Bocor, Berikut Penjelasan Ahli IT

Meskipun tidak ada sistem di dunia yang 100 persen aman, tapi paling tidak dengan pemahaman security yang baik bisa menekan angka

Tayang:
Tribunnews/Danny Permana
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Pemerintah telah menyiapkan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat penanganan virus COVID-19, dan tempat tersebut akan menjadi rumah isolasi bagi pasien mulai Sabtu 21 Maret 2020. 

Adapun pemahaman keamanan yang dimaksud adalah terkait pemahaman teknik-teknik security, bagaimana menangkal serangan hacker atau cracker untuk masuk ke sistem.

"Jadi, seorang pengembang sistem atau aplikasi hendaknya memahami pula teknik bagaimana mencegah hacker atau cracker bisa masuk ke sistem yang dibuatnya. Jadi, tidak asal buat saja," jelasnya.

Rosi menyebut perlunya pengujian keandalan aplikasi yang dibuat melalui berbagai cara.

"Bahkan harusnya setelah aplikasi atau sistem itu selesai dibuat, kalau perlu menyewa hacker untuk mencoba membobol. Ini bagian dari testing, untuk menguji seberapa andal aplikasinya," tambahnya.

Menurutnya, hal ini biasa dilakukan di luar negeri, misalnya untuk aplikasi atau sistem di korporasi-korporasi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Data Pasien Covid-19 Diduga Bocor, Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi?"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved