Breaking News:

Virus Corona

Dampak Covid-19, 10 Koperasi Tercatat Ikut Proses PKPU di Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat

Pihak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat mencatat sebanyak 10 koperasi sedang mengikuti proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)
ILUSTRASI. Koperasi Simpan Pinjam 

TRIBUNBANTEN, JAKARTA - Pihak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat mencatat sebanyak 10 koperasi sedang mengikuti proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Data 10 koperasi yang sedang mengikuti proses PKPU itu dirujuk berdasarkan Sistem Informasi Penelurusan Perkara (SIPP).

Proses PKPU itu karena sektor usaha termasuk koperasi terdampak pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah, Pemerintah Kabupaten Serang Fasilitasi Investor

Update Penemuan Mayat Wanita Tanpa Busana di Tangsel, Polisi: Pelaku Masih Dilacak

Pada akhir Agustus (24/8/2020) Majelis Hakim Pengadilaan Tinggi Jakarta Pusat mengumumkan status Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP SB) masuk dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Dengan status itu, KSP SB mempunyai waktu 45 hari untuk menyelesaikan masalahnya.

Direktur Utama KSP SB, VIni Noviani, mengatakan waktu yang tersedia ini akan dimanfaatkan oleh KSP SB untuk mengajukan proposal perdamaian kepada anggota.

“Mudah-mudahan bisa tercapai perdamaian melalui proposal yang akan kami sampaikan pada saatnya sehingga operasional kita bisa jalan seperti biasa, kemudian kewajiban kepada anggota bisa kami bayarkan sesuai dengan apa yang akan dicantumkan dalam proposal perdamaian,” ujar Vini saat dihubungi pasca rapat kreditur dan debitur pertama yang sidangnya digelar di Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2020).

Vini mengungkapkan, kondisi KSP SB saat ini tidak lain karena dampak dari Pandemi Covid-19 yang berimbas kepada tagihan-tagihan pinjaman dan unit usaha koperasi.

“Besar harapan kami dapat tercapai perdamaian antara koperasi dengan para anggota, kemudian KSP bisa running well lagi. Bisa melakukan bisnisnya, apalagi kalau covidnya berakhir. Back to business lagi, kita bisa menagihkan pinjaman-pinjaman kita kepada anggota peminjam kita yang saat ini memang terdampak Covid 19,” ungkap Vini.

Dokter Bedah RSU Kota Tangerang Selatan Terjangkit Covid-19, Ruang Operasi di Sterilisasi

6 Bulan Dilanda Pandemi, Hari Ini Rekor Tertinggi Penambahan Kasus Covid-19 , Semua Prediksi Meleset

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Kuasa Hukum Kreditur (Pemohon PKPU) Maddenleo Siagian mengatakan tengah menunggu proposal perdamaian yang akan diajukan KSP SB.

Halaman
1234
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved