Pilkada Tangerang Selatan
Demi Nyawa Manusia dan Demokrasi, Putri Wapres Setuju Pilkada Tangsel Ditunda
Bagi Azizah, keputusan harus diambil dengan seimbang. Kepentingan demokrasi tidak boleh menyepelekan kesehatan dan keselamatan masyarakat.
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Calon Wali Kota Tangerang Selatan sekaligus putri Wakil Presiden RI Maruf Amin, Siti Nur Azizah, menanggapi wacana penundaan Pilkada Serentak 2020, termasuk di Tangerang Selatan (Tangsel) yang dijalaninya.
Azizah mengaku sependapat dan akan mematuhi jika penyelenggaraan Pilkada Serentak, termasuk Pilkada Tangerang Selatna ditunda dengan alasan darurat Covid-19.
Menurutnya, kesehatan dan keselataman masyarakat prioritas utama. KPU bersama pemerintah dan DPR harus bisa mengambil keputusan bijak agar tidak menumbalkan nyawa manusia, namun demokrasi juga tetap hidup.
"Ibu siap saja (Pilkada ditunda). Mau apapun yang jadi kebijakan pemerintah, sebagai paslon tentu akan mengikuti. Tentu kami meyakini bahwa keputusan yang diambil mengutamakan keselamatan nyawa manusia dan juga nyawa demokrasi," ujar Azizah saat dihubungi, Minggu (20/9/2020).
Bagi Azizah, keputusan harus diambil dengan seimbang.
Kepentingan demokrasi tidak boleh menyepelekan kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Pun sebaliknya, jangan sampai pandemi virus ganas itu mematikan demokrasi dalam rangka pemilihan calon pemimpin.
"Tentu ini kan merupakan sebuah kesepakatan dari para penyelenggara negara. Baik itu KPU, Pemerintah, kemudian DPR, tentu harus mempertimbangkan faktor-faktor keselamatan, faktor-faktor yang mungkin berkaitan dengan tetap berlangsungnya Pilkada," kata Azizah.
"Tidak hanya mengutamakan nyawa manusia, tapi juga nyawa demokrasi itu agar bagaimana dapat seimbang,” sambungnya.
• KPU Tangsel Izinkan Paslon Gelar Konser Musik, Tapi Ada Syaratnya
• Seluruh Komisioner dan Staf KPU Tangsel Jalani Tes Swab, Hasil Keluar Kurang dari 1x24 Jam, Negatif
Sebagai kandidat, Azizah akan patuh apapun keputusan terkait tahapan Pilkada yang sudah setengah jalan itu.
“Kami sebagai paslon akan taat akan mengikuti yang menjadi pertimbangan itu agar konteks penyelamatan nyawa maupun demokrasi itu bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah pihak mewacanakan penundaan Pilkada Serentak 2020.
Alasannya, karena penyebaran kasus Covid-19 tengah meluas, bahkan beberapa calon kepala daerah ikut terinfeksi.
Yang teranyar, organisasi keagamaan Islam, Nahdlatul Ulama (NU), juga mendukung penundaan pesta demokrasi itu.
Siti Nur Azizah Azizah yang merupakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat berpasangan dengan kader PKS, Ruhamaben, maju pada Pilkada Tangerang Selatan.
Selain Demokrat dan PKS, Azizah-Ruhama juga diusung PKB dan didukung partai non-parlemen PKPI.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Jika Pilkada Tangsel Ditunda, Putri Wapres Siap demi Nyawa Manusia dan Demokrasi,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/putri-maruf-amin-siti-nur-azizah-siap-pilkada-tangsel.jpg)