Gelombang Tsunami Setinggi 20 Meter Ancam Banten, BMKG Beri Tips Menyelamatkan Diri dari Bencana

Provinsi Banten menghadapi potensi bencana tsunami. Belakangan beredar kabar ancaman tsunami 20 meter di perairan Selat Sunda di selatan Banten.

Tayang:
Penulis: Rizki Asdiarman | Editor: Glery Lazuardi

Laporan wartawan TribunBanten.com, Rizki Asdiarman

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Provinsi Banten menghadapi potensi bencana tsunami.

Belakangan beredar kabar ancaman tsunami 20 meter di perairan Selat Sunda di selatan Banten.

Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatiologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Serang, Rofikoh, meminta masyarakat di pinggir pantai supaya tidak cemas.

Menurut dia, masyarakat harus mempersiapkan berbagai macam peralatan untuk menghadapi bencana itu.

BMKG Beri Penjelasan: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Diskominfo Banten Tepis Isu Hoaks Meletusnya Gunung Anak Krakatau yang Akibatkan Tsunami

Ada beberapa persiapan yang wajib dilakukan seperti:

Pertama, mempersiapkan tas khusus yang cukup untuk bertahan hidup, seperti alat komunikasi, pakaian, makanan/minuman, kotak obat, map plastik yang berisi dokumen penting dan alat bantu cahaya.

Kedua, menentukan jalur evakuasi yang dekat rumah dan pastikan tempat tersebut berada di kawasan yang lebih tinggi.

Ketiga, rutin mengikuti pelatihan evakuasi tsunami yang bermanfaat menyelamatkan diri pada saat terjadi tsunami.

Selain itu, Rofikoh menyebutkan, masyarakat harus memperhatikan atau memantau informasi peringatan dini.

"Pastikan untuk memerhatikan peringatan sekaligus arahan dari petugas setempat saat proses evakuasi," jelasnya saat ditemui di BMKG Kelas I Serang, Rabu (30/09/2020).

Potensi Tsunami 20 Meter Ancam Pulau Jawa, Bagaimana Kesiapan Banten? Tiga Alat EWS Ternyata Rusak

Ilmuwan Ungkap Ancaman Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, BMKG: Hanya Butuh 20 Menit sampai Daratan

Dia menjelaskan, di kawasan yang rawan tsunami pada umumnya terdapat jalur-jalur untuk evakuasi.

"Ikuti jalur tersebut, dan pastikan menuju tempat aman, sangat dianjurkan untuk berjalan kaki menuju jalur evakuasi," kata dia.

Ia menjelaskan, potensi tsunami dapat dilihat dari gempa yang merupakan peringatan dini tsunami terbaik.

"Jika terjadi goncangan yang sangat kuat sehingga merasakan pusing dan sulit berdiri atau mengayun lama lebih dari 1 menit, ada kemungkinan gempa tersebut berpotensi tsunami," ucapnya.

Saat ini, kata dia, pihak BMKH sudah memasang alat Tsunami Warning System (TWS), yang berfungsi sebagai pendeteksi adanya gempa bumi atau letusan gunung merapi yang berada di dalam laut.

"Jadi alat ini untuk merekam seismograf, mencatat pusat gempanya berada di mana, berapa kekuatannya dan kedalaman, apakah berpotensi tsunami atau tidak," jelasnya.

Menurut dia, syarat-syarat terjadinya tsunami salah satunya dipicu akibat gempa yang berpusat di dalam laut dengan kekuatan diatas 6,3 SR dan kedalaman di bawah 60 Km.

Dengan ini ia mengimbau masyarakat pesisir Banten untuk tetap berhati-hati.

"Alarm peringatan dini dimaksudkan agar masyarakat jangan terlena dan mengedepankan getaran Gempa sebagai tanda peringatan dini terbaik," tambahnya.

BMKG Keluarkan Peringatan Waspada Gempa Kerak Dangkal di Pulau Jawa yang Bisa Menghancurkan

BREAKING NEWS Gempa Bumi 5,3 Skala Richter Guncang Banten Rabu Pagi

Untuk diketahui, belakangan ini dikabarkan adanya potensi tsunami setinggi 20 meter, zona megathrust berpotensi di selatan Pulau Jawa merupakan hasil kajian para ahli kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature.

Pantai di selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang berhadapan langsung dengan Perairan Samudera Hindia terdapat potensi megathrust atau gempa besar.

Potensi megathrust itu dapat menyebabkan terjadinya gelombang tsunami di Perairan Selat Sunda, persisnya di Selatan Banten dan berpeluang menciptakan ombak mencapai ketinggian 20 meter.

Potensi tsunami di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten ini meliputi enam kecamatan, yakni Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cihara, Panggarangan, Bayah dan Cilograng.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved