VIRAL Petugas Medis Dilumuri Kotoran saat Hendak Jemput Pasien Covid-19, Begini Kronologinya

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara membenarkan kejadian itu terjadi di Rusun Bandarejo, Surabaya, Jawa Timur pada Selasa, (29/9/2020).

Tayang:
Editor: Abdul Qodir
HUMAS PEMKOT SURABAYA/SURYA.CO.ID
Foto tenaga kesehatan sebuah puskesmas di Surabaya memakai APD lengkap mendapat perlakuan tak menyenangkan dari keluarga pasien. 

TRIBUNBANTEN.COM - KEJADIAN tidak mengenakan dialami petugas medis yang menangani pasien Covid-19.

Seorang tenaga medis di Surabaya, Jawa Timur, dengan mengenakan APD lengkap terkena lumuran kotoran manusia.

Foto petugas medis itu pun viral di media massa.

Petugas medis itu terkena lumuran kotoran dari pihak keluarga saat hendak menjemput pasien Covid-19 untuk dibawa ke rumah sakit.

Petugas itu tak melawan karena menilai yang dikerjakan merupakan misi kemanusiaan.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara membenarkan kejadian itu terjadi di Rusun Bandarejo, Surabaya, Jawa Timur pada Selasa, (29/9/2020).

Saat itu, petugas medis dari puskesmas setempat itu mendapat lumuran kotoran dari pihak keluarga yang menolak penjemputan.

"Kejadiannya tanggal 29 kemarin," kata Febri.

Pasien Covid-19 Bunuh Diri Lompat dari Lantai 13 Rumah Sakit, Perawat Sempat Berusaha Menahan

Kisah Anak Sekolah jadi Petugas Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19, Jauh Rasa Takut Malah Kasihan

Kronologi

Ilustrasi pasien Covid-19 dibawa petugas medis. MN (22), tahanan Polresta Jayapura, yang menjadi pasien Covid-19, kabur saat menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Marthen Indey, Jayapura.
Ilustrasi pasien Covid-19 dibawa petugas medis. MN (22), tahanan Polresta Jayapura, yang menjadi pasien Covid-19, kabur saat menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Marthen Indey, Jayapura. (Tribun Palopo)

Febri menceritakan, mulanya Pemkot Surabaya menggelar swab di sebuah rusun pada Rabu, 23 September 2020 dan hasilnya keluar lima hari kemudian atau Senin 28 September 2020.

Keesokan harinya, petugas medis dari puskesmas setempat datang ke Rusun Bandarejo dengan maksud untuk membawa Mr X ke rumah sakit rujukan.

Namun, keluarga pasien menolak.

Petugas medis datang juga bertujuan untuk melakukan tracing atau pelacakan kepada pasien dengan inisial Mr X.

Pasien Mr X itu perlu dibawa ke rumah sakit rujukan karena selain positif Covid-19, dia juga memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

"X ini ternyata ada komorbidnya, sehingga harus dibawa ke rumah sakit rujukan, harus dibawa ke BDH," terang Febri.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved