BPBD Sebut Kebakaran di Legok Karena Warga Tak Cepat Lapor
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Kosrudin, mengungkap alasan munculnya korban jiwa di Legok
Penulis: Zuhirna Wulan Dilla | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dilla
TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN TANGERANG - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Kosrudin, mengungkap alasan munculnya korban jiwa di peristiwa kebakaran di Legok.
Menurut dia, hal itu terjadi karena warga sekitar tak cepat menghubungi pemadam kebakaran.
"Mereka mencoba memadamkan sendiri selama hampir satu jam ya sekitar 45 menit, terus gagal baru menghubungi kami," katanya kepada awak media saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jum'at (23/10/2020).
Apabila pada saat itu warga menghubungi petugas pemadam kebakaran mungkin kebakaran dapat teratasi secara baik sebelum terlambat.
Ia juga menjabarkan kendala yang ia alami saat datang ke lokasi yaitu akses jalan yang kurang baik untuk mobil pemadam yang besar sehingga timnya butuh waktu lebih lama untuk sampai.
"Jalannya kecil sekali kami pakai mobil yang besar, terus gang perumahannya juga kecil jadi semakin lama sampai sana," ujarnya.
Ia menurunkan 19 personel dan 3 mobil pemadam kebakaran.
Kosrudin mengimbau warga untuk ke depan jika ada kejadian kebakaran lagi harap segera melapor.
"Lebih baik langsung lapor jangan bertindak sendiri, jika kami sampai sudah padam pun tidak apa-apa," pintanya.
Kebakaran yang terjadi pukul 02.00 Dini Hari ini di Perum Bumi Permai Sentosa, Legok, Kabupaten Tangerang menewaskan 5 orang anggota keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan tiga orang anak.
Jenazah sudah dikebumikan di daerah Yogyakarta.
Hasil autopsi dari tim forensik masih belum dikeluarkan.
Pemicu kebakaran tersebut sejauh ini sedang dalam penyelidikan Polres Tangsel.