Pencarian Penumpang Lompat dari Kapal di Selat Sunda Diperluas Sampai Bakauheni, Diperkirakan Tewas
Sebab, penumpang tersebut tanpa mengenakan pelampung maupun perlengkapan penyelamatan saat melompat dari KMP Nusa Jaya. Jumat kemarin.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, MERAK - Memasuki hari kedua, pencarian tim gabungan terhadap seorang penumpang yang melompat dari KMP Nusa Jaya di Selat Sunda, belum membuahkan hasil.
Tim gabungan dari SAR Provinsi Banten dan BPBD Kabupaten Serang sudah melakukan pencaraian dan penyisiran mulai perairan Merak hingga Pulau Sangiang, Kabupaten Serang.
Dalam pencarian itu, tim sempat diadang gelombang tinggi dan angin kencang.
Namun, pencarian tetap belum membuahkan hasil.
Rencananya, tim akan kembali melanjutkan pencarian hingga ke perairan sekitar Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Minggu besok.
"Masih nihil dan dihentikan sementara. Untuk selanjutnya akan dilakukan pencarian esok pukul 07.00 WIB di area perairan Bakauheni," ujar Humas SAR Provinsi Banten, Warsito, Sabtu (31/11/2020).
Ia mengatakan, kemungkinan besar korban terbawa arus air laut hingga ke Bakauheni dan diperkirakan sudah meninggal.
Sebab, penumpang tersebut tanpa mengenakan pelampung maupun perlengkapan penyelamatan saat melompat dari KMP Nusa Jaya. Jumat kemarin.
"Kemungkinan selamat tidak, karena kalau dia pakai alat bantu apung pasti akan segera ditemukan, mengingat di laut Merak Bakauheni jalur pelayaran yang setiap jam kapal lewat bergantian," jelasnya.
Baca juga: Satu Penumpang KMP Nusa Jaya Terjun Bebas ke Laut, Diduga Bunuh Diri
Baca juga: Kisah Pelajar Alami Stress karena Banyak Tugas, Sempat Rekam Video Detik-Detik Sebelum Bunuh Diri

Diberitakan sebelumnya, seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun melompat dari KMP Nusa Jaya di perairan Selat Sunda pada Jumat (30/10/2020) siang.
Berdasarkan keterangn saksi, korban mengenakan switer merah dan berjenis kelamin laki-laki berusia 20 tahun.
Kejadian tersebut terekam oleh CCTV dan dilihat langsung oleh seorang penumpang lainnya yang berada di dalam kapal tersebut.
Diduga korban nekad terjun ke laut sebagai upaya pencobaan bunuh diri.
Nahkoda sempat melakukan pencarian korban dengan memutar kapal sebanyak tiga kali di sekitar jatuhnya korban.
Beberapa kru kapal juga sempat melompat ke laut dan melakukan penyelaman.
Namun, korban tidak ditemukan dan tidak diketahui keberadaannya.