Wahidin Halim: Angka Pengangguran Tinggi di Banten Bukan Salah Gubernur
Gubernur Banten, Wahidin Halim menolak disalahkan karena tingginya angka pengganguran di Banten.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Gubernur Banten, Wahidin Halim menolak disalahkan karena
tingginya angka pengganguran di Banten.
Menurut dia, pengangguran itu terjadi di tingkat kabupaten/kota sehingga mengakibatkan dampak provinsi.
"Pengangguran tinggi itu bukan karena kesalahan gubernur saja," kata dia, saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, Kecamatan Curug, KP3B, Serang, Senin (9/11/2020).
Baca juga: Pengangguran di Banten Naik jadi 661 Ribu Orang, Tertinggi di Tangerang Raya dan Cilegon
Dia menjelaskan, pengangguran tinggi di Banten itu disebabkan Kabupaten/Kota.
Semakin banyak pengangguran di kabupaten/kota, kata dia, maka semakin besar persentase angka pengangguran yang di Banten.
Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota yang ada di Banten.
Dia menilai apabila keadaan ekonomi secara nasional jatuh maka perekenomian yang berada di daerah pun akan mengalami hal yang sama.
Apalagi di Banten, dia melanjutkan, merupakan daerah industri dan berdasarkan data yang diterima sudah 16.000 industri bangkrut yang mengakibatkan terjadinya PHK secara besar.
"Di Kabupaten Tangerang sudah 30.000 lebih sudah PHK hari ini," tegasnya.
Dari beberapa perusahaan yang tutup, kebanyakan besar perusahaan alas kaki yang sudah tidak bisa bergerak kembali.
Baca juga: Jokowi Bersuara, Bilang UU Cipta Kerja untuk Atasi Pengangguran
Sehingga produksi untuk keluar negeri tidak bisa berjalan dan didalam negeri daya jual masyarakat tidak dapat bergerak.
Terakhir, dia menambahkan terdapat sekitar 800 perusahaan yang berada di Banten yang dinyatakan tutup akibat pandemi Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/gubernur-banten-wahidin-halim-bicara-soal-pengangguran.jpg)