Pilkada Serentak di Banten

Pemungutan Suara Pilkada untuk Pasien Covid-19 di Banten Dilakukan Lewat Jendela

nantinya akan ada petugas KPPS dan stakeholer pilkada yang akan berkeliling membawa kotak dan surat suara ke rumah sakit dan rumah

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Warta Kota/Nur Ichsan
SIMULASI PEMUNGUTAN SUARA - KPU Kota Tangerang Selatan, menggelar simulasi pemungutan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, di lapangan PTPN VIII, Serpong, Sabtu (12/9/2020). Simulasi ini sebagai persiapan Pilkada Serentak 2020 yang dilangsungkan bersamaan pandemi Covid-19 pada 9 Desember mendatang. 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pikada Serentak 2020 akan menjadi sejarah untuk masyarakat Indonesia karena dilangsungkan pada saat pandemi Covid-19.

Mulai Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) selaku pemungutan suara sibuk menyiapkan sejumlah langkah yang diharapkan dapat mencegah menularnya virus corona di masyarakat.

Mulai penerapan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan), menyediakan bilik suara khusus untuk pemilih bersuhu tubuh di atas 37 derajat celcius di Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga 'menjemput bola' untuk pemilih yang berstatus pasien Covid-19 di rumah sakit atau yang menjalani isolasi

Komisioner KPU Provinsi Banten, Masudi, mengungkapkan nantinya petugas KPPS berpakaian APD lengkah akan mendatangi pasien Covid-19 di rumah sakit maupun tempat menjalani isolasi/karantina untuk proses pemungutan suara di empat wilayah yang melangsungkan pilkada serentak di Banten. 

KPUD daerah selaku penyelenggara pilkada akan berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Coid-19 terlebih dahulu untuk proses pemungutan suara pasien Covid-19 dan rumah sakit

Rencana awal adalah serah terima kertas atau surat suara untuk pasien Covid-19 diakukan melalui jendela.

"Mungkin akan diberikan lewat sela-sela jendela rumah sakit, kemudian pasien dipersilahkan untuk mencoblos. Karena kami tidak bisa mendekat. Jadi, di jendela rumah karantina kita berikan. Tapi, prinsipnya kita layani," ujar Masudi saat dihubungi, Kamis (12/11/2020).

Ia menerangkan, nantinya akan ada petugas KPPS dan stakeholer pilkada yang akan berkeliling membawa kotak dan surat suara ke rumah sakit dan rumah penderita Covid-19 sehingga hak pilih mereka dapat digunakan.

Baca juga: Tak Ada Bilik Khusus, KPU Tangsel Pastikan Keamanan dan Kemudahan untuk Pemilih Disabilitas

Baca juga: KPU Tangerang Selatan Sudah Distribusikan APD untuk Kepentingan Pemungutan Suara pada 9 Desember

KPU menggelar simulasi pemungutan suara dalam Pilkada Serentak 2020 di TPS 03 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Sabtu (29/8/2020). Para petugas KPPS menggunakan APD untuk pencegahan Covid-19.
KPU menggelar simulasi pemungutan suara dalam Pilkada Serentak 2020 di TPS 03 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Sabtu (29/8/2020). Para petugas KPPS menggunakan APD untuk pencegahan Covid-19. (Tribun Jabar)

Saat ini, empat KPUD di Banten yang menyelenggarakan pilkada masih terus memperbarui data pasien Covid-19 di wilayah mereka.

"Karena tentu ada yang bukan warga dari kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada atau memang tidak memenuhi syarat untuk memilih," ujarnya.

Ada empat pilkada yang dilaksanakan di Provinsi Banten. Masyarakat yang memiliki hak pilih akan menggunakan hak pilihnya di TPS bersamaan masih adanya pandemi Covid-19 pada 9 Desember 2020.

Keempat pilkada itu yakni Pilkada Kabupaten Lebak, Pilkada Kabupaten Serang, Pilkada Kota Cilegon dan Pilkada Kota Tangerang Selatan.

Masudi meyakini penyelenggaraan empat pilkada di Banten yang dilakukan saat pandemi Covid-19 ini tidak akan memunculkan klaster baru Covid-19 jika penyelenggara dan pemilih menjalankan protokol kesehatan.

Ia juga berpesan agar masyarakat tidak memvonis warga yang memiliki suhu tubu di atas 37 derajat di TPS sebagai orang yang positif Covid-19. Sebab, hal itu harus dibuktikan dengan tes swab. 

"Jadi, kekhawatiran kami diminimalisir dengan penerapan protokol kesehatan di TPS secara ketat," tukasnya.

Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved