Suku Baduy Dirugikan Akibat Peredaran Madu Palsu
Budayawan Baduy, Uday Suhada meminta aparat Polda Banten mengungkap peredaran madu palsu.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Budayawan Baduy, Uday Suhada meminta aparat Polda Banten mengungkap peredaran madu palsu.
Menurut dia, peredaran madu palsu itu telah merugikan Suku Baduy, sebagai salah satu kearifan lokal di Banten.
"Saya ingin mendorong Polda Banten menegakkan hukum seadil-adilnya, komunitas adat Baduy sebagai local wisdomnya harus diselamatkan," kata dia, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Rabu (11/11/2020).
Baca juga: Beredar Madu Palsu, Komunitas Madu Cingagoler Salahkan Pemerintah Daerah Tak Fasilitasi Warga
Dia menjelaskan, Suku Baduy dikenal sebagai masyarakat yang jujur dan sederhana.
Namun, kata dia, kearifan lokal Suku Baduy itu telah dimanfaatkan oleh pelaku tindak kejahatan.
"Kearifan lokal ini yang dimanfaatkan jaringan itu sebagai pemasar, itulah yang diambil oleh oknum yang tergabung dalam sindikat madu palsu tersebut," ujarnya
Uday mengungkapkan banyak anak muda yang berada di Baduy luar dipekerjakan secara ilegal untuk menjual madu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keasliannya.
"Karena Baduy dalam hal ini menjadi korban, dalam sindikat pemalsuan madu tersebut. Tentu masyarakat Baduy Luar yang di eksploitasi oleh pihak lain," terangnya.
Baca juga: Ternyata Pemilik Pabrik Madu Palsu yang Digerebek Polda Banten Itu Awalnya Penjual Mie Ayam
Ia juga menerangkan sebelum adanya peredaran madu palsu ke Baduy, para pemuda disanaa masih rajin untuk membantu orangtuanya ke ladang
"Bayangkan mereka yang biasanya menemani orangtuanya ke ladang, berhuma, tetapi dengan iming-iming mencari uang dengan mudah, dengan menjual madu tersebut melalui medsosnya, tentu orientasinya berubah, banyak anak muda Baduy ini enggan pergi ke ladang," jelasnya.
Untuk itu, dia meminta, aparat penegak hukum menangkap aktor intelektual peredaran madu palsu itu.
"Jangan mengorbankan masyarakat adat Kanekes yang selama ini hidupnya bersahaja," tambahnya.
Sebelumnya, Polda Banten telah berhasil membongkar produksi madu palsu yang telah diedarkan selama satu tahun lamanya.
Baca juga: Polda Banten Gerebek Pabrik Madu Palsu di Jakarta Barat, Pelaku Raup Untung 600 Juta Setiap Bulan
Pelaku MS (47) memproduksi madu palsu di daerah Kembangan, Jakarta Barat dan dijual di daerah Lebak, Banten, Jakarta, dan Pulau Jawa.
Dalam satu tahun, MS mampu meraup hasil penjualan madu palsu sebesar Rp 8 Miliyar. Para pelaku menjual madu tersebut seharga Rp 24 ribu per liter dan kepada pengepul seharga Rp 70 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/polda-banten-menggerebek-pabrik-madu-palsu-di-kembangan-jakarta-barat.jpg)