Breaking News:

Kota Tangerang Selatan

Rahayu Saraswati Akui Gugat Hasil Rekapitulasi Suara Pilkada Tangsel 2020 ke MK Atas Masukan Relawan

Pasangan calon Pilkada Tangerang Selatan 2020, Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) akhirnya menggugat hasil rekapitulasi suara ke MK.

Tribunbanten.com/Zuhirna Wulan Dilla
Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendatangi Mapoles Tangerang Selatan. Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (17/11/2020). Kedatangannya untuk memenuhi panggilan klarifikasi terkait kasus dugaan pelecehan seksual melalui media daring (Facebook) yang dilaporkannya. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pasangan calon Pilkada Tangerang Selatan 2020, Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) akhirnya menggugat hasil rekapitulasi suara ke Mahkamah Konsitusi.

Wanita yang akrab disapa Sara ini sebelumnya menyatakan bahwa Pilkada Tangsel telah berakhir dan menerima hasil, kini memilih melanjutkan pertarungan di Gedung Mahkamah Konstitusi setelah mendapatkan masukan dari para simpatisan.

Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan nomor urut 1 Muhamad dan Rahayu Saraswati memberikan pernyataan sikap atas hasil quick count di Kampoeng Anggrek, Serpong, Tangsel, Kamis (10/12/2020).
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan nomor urut 1 Muhamad dan Rahayu Saraswati memberikan pernyataan sikap atas hasil quick count di Kampoeng Anggrek, Serpong, Tangsel, Kamis (10/12/2020). (Tribunbanten.com/Zuhirna Wulan Dilla)

"Saya mendapatkan banyak masukan dari masyarakat terutama dari relawan dan simpatisan tentang temuan kecurangan dan pelanggaran di lapangan yang disertai bukti," ujar Sara yang dikutip WARTAKOTAlive.com, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Ada Kejanggalan di Anggaran Kegiatan DPRD DKI Jakarta, Nilainya Sampai Rp 580 Miliar

Baca juga: Mencicipi Santapan Para Sultan Banten, RM Rabeg Haji Naswi Kerap Dicari Pecinta Kuliner Nusantara

Calon wakil wali kota Tangsel nomor urut satu itu mengatakan, dia dan Muhamad memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat yang pendukungnya.

Muhamad beserta keluarga besar dengan didampingi Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menuntaskan hak pilihnya di TPS 29, Jalan Bakti, RT/02/ 07, Ciputat, Tangsel, Rabu (9/12/2020).
Muhamad beserta keluarga besar dengan didampingi Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menuntaskan hak pilihnya di TPS 29, Jalan Bakti, RT/02/ 07, Ciputat, Tangsel, Rabu (9/12/2020). (TribunBanten.com/Zuhirna Wulan Dilla)

Sara menyebut bahwa keputusan untuk menyengketakan hasil Pilkada Tangsel 2020 ini pun sudah dibahas secara matang oleh partai koalisi dan tidak diambil secara sepihak.

"Kenyataannya, banyak fakta temuan lapangan yang masuk sembari menunggu hasil resmi KPU keluar. Inilah proses demokrasi yang kami hormati dan perjuangkan," kata Sara.

"Suara rakyat patut didengar terutama jika berkaitan dengan keadilan yang harus ditegakkan," sambungnya.

Adapun perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (PHPKADA) itu diajukan Muhamad-Sara ke Mahkamah Konsitusi pada Senin (21/12/2020) malam.

Gugatan dilayangkan karena menduga ada kecurangan terstruktur sistematis dan masif (TSM) yang ditemukan sejak awal tahapan hingga rekapitulasi Pilkada Tangsel 2020.

Baca juga: Pakar Sebut Ibu Hamil Perlu Divaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

Baca juga: Cha Eun Woo Peluk Moon Ga Young Dicuplikan Episode Terbaru True Beauty Tayang Rabu Malam Ini

Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Muhamad - Rahayu Saraswati. (istimewa)
"Dalam hal ini mengajukan permohonan kepada Mahkamah Konstitusi perihal perselisihan penetapan hasil pemilihan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan berdasarkan Keputusan KPU Nomor : 470/HK.03.1-Kpt/3674/KPU-Kot/XII/2020 Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara," demikian isi dokumen permohonan gugatan Muhamad-Sara.

Halaman
12
Editor: Zuhirna Wulan Dilla
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved