Seleb

Ruam Kulit pada Wajah Dewi Perssik Akibat Terpapar Covid-19, Bisakah Disembuhkan?

Aktris dan penyanyi dangdut Dewi Perssik menceritakan kisahnya yang terpapar Covid-19 dengan gejala ruam kulit yang timbul di wajah dan leher.

Editor: Zuhirna Wulan Dilla
Instagram Dewi Perssik
Pedangdut, Dewi Perssik mengalami gejala langka akibat terpapar Covid-19 

TRIBUNBANTEN.COM - Aktris dan penyanyi dangdut Dewi Perssik menceritakan bagaimana kisahnya yang terpapar Covid-19 dengan gejala ruam kulit yang timbul di area wajah dan lehernya. 

Dilansir dari TribunnewsBogor.com, ruam pada kulit merupakan salah satu gejala yang muncul pada beberapa pasien Covid-19.

Meski fakta ini sudah diketahui oleh sebagian masyarakat, namun masih banyak yang mempertanyakan 'apakah kondisi ini bisa disembuhkan?'

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Emil R. Fadly, SpKK, FINSDV, FAADV, ruam kulit akibat Covid-19 bisa disembuhkan.

Menurutnya, ruam tersebut umumnya bersifat tidak permanen.

"Ruam karena superfisial atau permukaan kulit biasanya tidak permanen, bisa pulih seperti biasa," jelas dr Emil kepada Kompas.com melalui pesan singkat WhatsApp.

"Ini seperti kasus campak atau tampek,"

Mengenai masa pemulihan kulit, Emil memperkirakan diperlukan dua hingga tiga minggu, dengan catatan kulit tidak terinfeksi oleh bakteri.

Saat proses pemulihan, dianjurkan untuk menjaga pola makan sehat dengan gizi seimbang.

Di antaranya mengonsumsi antioksidan, vitamin kulit, serta buah-buahan dan sayur-sayuran yang mengandung bitamin A, E , C, dan mineral, lycopene, dam antioksidan lain.

Beberapa buah-buahan yang bisa menjadi pilihan antara lain pepaya, wortel, tomat, kiwi, apel, dan buah naga.

Emil mengimbau agar pasien yang mengalami ruam tidak panik.

Selain menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang, dianjurkan pula mengoleskan body lotion dengan kandungan seramid, pelembap dan humektan, setelah mandi di pagi hari dan 1-2 jam sebelum tidur.

"Intinya jangan panik, tetap waspada," ujarnya.

Sementara itu, dokter spesialis kulit dan kelamin Dr Arini Astari Widodo, SpKK mengatakan bahwa proses pemulihan ruam kulit berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada tingkat keparahan penyakit yang diderita.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved