Breaking News:

RESMI! Pemprov Banten Tunda Pelaksanaan Belajar Secara Tatap Muka di Sekolah

Pemerintah Provinsi Banten menunda pelaksanaan belajar secara tatap muka di sekolah.

istimewa
Aktivitas siswa di sekolah 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah Provinsi Banten menunda pelaksanaan belajar secara tatap muka di sekolah.

Keputusan itu diambil setelah Gubernur Banten, Wahidin Halim menerbitkan surat edaran penundaan sekolah secara tatap muka di Banten.

Baca juga: Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Akan Tunda Sekolah Tatap Muka Sesuai Perintah Gubernur Banten

Wartawan Tribun Banten.com menerima surat edaran bernomor 420/2451-Huk/2020 Tentang Penundaan Sekolah Tatap Muka di Provinsi Banten.

Dalam surat edaran itu tertulis untuk menindaklanjuti Peraturan Gubernur nomor 44 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam penanganan Covid-19 di Banten.

"Dengan ini kepada Bupati/Wali Kota Se- Provinsi Banten dihimbau untuk menunda kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dan mengalihkan secara daring pada jenjang yang menjadi kewenangannya sampai dengan batas waktu yang ditentukan," jelas bunyi surat tersebut.

Surat edaran tersebut langsung ditandatangani oleh orang nomor satu di Provinsi Banten tersebut dengan memberikan tembusan kepada Bupati/Wali Kota, Mendagri dan Mendikbud RI.

Sebelumnya, Wahidin Halim membeberkan alasan diundurnya pelaksanaan kegiatan pembelajaran secara tatap muka langsung di Provinsi Banten pada awal Januari 2021.

Baca juga: Pemerintah Kota Serang Batal Menggelar Aktivitas Belajar Secara Tatap Muka di Sekolah

Menurutnya, setelah melakukan konsultasi dengan pihak IDI dan Dindikbud Provinsi Banten, dia melihat angka tren penularan Covid-19 di Banten meningkat.

Apalagi menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia pada saat itu terjadi peningkatan kasus baru untuk anak. Tercatat 860 lebih anak terpapar Covid-19.

Dalam dua minggu terakhir ini, setidaknya terdapat 65 kasus baru, dan kedepan akan ada berapa lagi peningkatan kasus terhadap anak apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini.

"Jadi nanti apabila vaksin nya sudah ada dan terjadi penurunan kasus baru akan kita pikirkan kembali. Untuk saat ini karena kasusnya semakin naik kita khawatir dan kepentingan masyarakat itu di atas segalanya," tegasnya saat ditemui di Rumah Dinas Gubernur pada beberapa waktu yang lalu.

Baca juga: BREAKING NEWS, Kegiatan Belajar di Sekolah di Banten Januari 2021 Dibatalkan, Ini Penyebab Utamanya

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved