News

Dedeh, Wanita yang Melahirkan saat Buang Air, Tidak Sadar Dirinya Hamil Karena Masa Haid Lancar

Kasus melahirkan tanpa merasa hamil itu dialami Dedeh, warga Dusun Pangligaran, Desa Medanglayang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

Tayang:
Editor: Zuhirna Wulan Dilla
(KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHA)
Dedeh dan bayinya saat ditemui di rumahnya, Dusun Pangligaran, Desa Medanglayang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. 

Kedua anaknya itu dilahirkan secara normal, mulai tanda kehamilan, perut membesar hingga melahirkan.

"Saat hamil anak pertama dan kedua, saya ada keluhan sakit. Kalau yang sekarang, sama sekali tidak ada tanda-tanda hamil," ujar dia.

Setelah dua hari melahirkan, Dedeh mengaku belum memiliki nama untuk bayinya. "Masih kaget," kata dia.

Penjelasan Medis Melahirkan Tanpa Hamil

Dalam dunia medis, seorang peremuan yang tak mengetahui dirinya sudah hamil sampai berbulan-bulan lamanya disebut dengan kehamilan kriptik atau cryptic pregnancy.

Menurut laman Kompas.com, ada penyebab utama mengapa kehamilan kriptik terjadi.

Penyebab utama itu adalah kadar hormon kehamilan hCG (human chorionoic gonadtropin) yang rendah dalam darah.

Hormon tersebut diproduksi oleh plasenta untuk mempertahakan kehamilan dan mendukung perkembangan janin.

Dalam kasus tertentu, wanita yang menghasilkan hormon hCG dalam jumlah sedikit mungkin akan mendapatkan hasil negatif saat dicek lewat tes pack.

Tentu saja, saat mengetahui hasilnya negatif, perempuan yang hamil justru akan berpikir dirinya tak hamil.

Bisa saja, hasil negatif tersebut palsu lantaran belum waktunya bagi tubuh untuk memproduksi hCG.

Biasanya, hormon hCG hadir dalam darah sekitar enam hari setelah impalantasi atau sekitar pekan ke-3 kehamilan.

Hormon itu akan memuncak dalam 14 minggu setelah hari pertama haid terakhir.

Kemudian, ada sebuah penelitian dari Universitas Turin, Italia, pada 2007 yang mengungkapkan mengapa ada tubuh perempuan yang sama sekali tidak memperlihatkan gejala kehamilan padahal sedang hamil.

Hal tersebut, menurut penelitian itu, sebetulnya menandakan tubuh kurang cukup kuat untuk melangsungkan proses mengandung.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved